PT Wong Hang Bersaudara
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, menghadiri peresmian kembali operasional pabrik garmen PT Wong Hang Bersaudara dan PT Akarsa Garment di Jalan Lingkar Luar Pemalang, Jumat (19/12).(Dok Humas Pemprov)
|

Iklim Usaha Dijamin Aman, Pabrik Wong Hang Pemalang Bangkit dan Serap 1.500 Tenaga Kerja

PEMALANG[BahteraJateng] – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menciptakan iklim usaha yang aman, kondusif, dan bebas dari praktik premanisme. Jaminan kepastian hukum dan kemudahan perizinan, kata dia, menjadi kunci kebangkitan industri padat karya di daerah.

Hal tersebut disampaikan saat peresmian kembali operasional pabrik garmen PT Wong Hang Bersaudara dan PT Akarsa Garment di Jalan Lingkar Luar Pemalang pada Jumat (19/12).


Menurut Ahmad Luthfi, beroperasinya kembali pabrik tersebut merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi dunia usaha sekaligus membuka kembali lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Pemerintah provinsi Jateng berkomitmen memberikan rasa aman kepada investor agar kegiatan produksi dapat berjalan berkelanjutan.


“Tidak ada ruang bagi premanisme. Pemerintah menjamin kepastian hukum dan kemudahan perizinan melalui sistem satu pintu,” ujarnya.

Revitalisasi pabrik garmen itu menyerap sebanyak 1.500 tenaga kerja, yang terdiri dari pekerja lama dan pekerja baru. Kembalinya aktivitas produksi di kawasan industri Pemalang diharapkan mampu mendorong pemulihan ekonomi masyarakat sekitar yang sempat terdampak penutupan pabrik sejak 2024.

Direktur PT Akarsa Garment, Alfindra Almandra, menjelaskan pabrik sempat mengalami kepailitan pada 2024 sehingga menghentikan seluruh kegiatan produksi.

Setelah melalui proses revitalisasi dan restrukturisasi manajemen, pabrik kini kembali beroperasi dengan dukungan sekitar 900 unit mesin produksi.

“Saat ini jumlah pekerja mencapai 1.500 orang. Produk utama yang kami hasilkan adalah penutup kepala atau balaklava,” kata Alfindra.

Perwakilan manajemen, Steven Wongso, memastikan seluruh hak normatif pekerja telah dipenuhi sesuai ketentuan perundang-undangan, termasuk jaminan BPJS Ketenagakerjaan dan perlindungan keselamatan kerja.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menyatakan dukungan Polri terhadap terciptanya hubungan industrial yang harmonis dan produktif. Ia menekankan pentingnya menjaga keselamatan kerja demi keberlangsungan usaha.

Ahmad Luthfi menambahkan, hingga triwulan III 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah telah mencapai Rp66,13 triliun atau 84,42 persen dari target tahunan, dengan penyerapan tenaga kerja lebih dari 326 ribu orang. (sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *