Longsor di Kota Semarang
Tanah longsor di Jalan Simongan No. 1, Kelurahan Bojongsalaman, Kecamatan Semarang Barat, Jumat (16/1).(Dok PMI Kota Semarang)

Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Kota Semarang

SEMARANG[BahteraJateng] – Cuaca ekstrem yang melanda Kota Semarang dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah, khususnya di kawasan barat kota.

Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang, banjir merendam permukiman warga di Jalan Gunung Jati Selatan RT 1–8 RW 2, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, pada Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.


Kepala Sub Bagian Penanggulangan Bencana PMI Kota Semarang, M. Abdul Rafi, mengatakan banjir terjadi akibat luapan Sungai Plumbon setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

“Air menggenangi rumah warga dengan ketinggian sekitar 80 hingga 100 sentimeter. Ketua RW setempat kemudian meminta bantuan PMI untuk melakukan evakuasi,” ujar Rafi pada Rabu (21/1).


Berdasarkan hasil asesmen relawan, air banjir kini telah surut. Namun, akses jalan masih tertutup lumpur. Warga bersama relawan juga mendirikan dapur umum mandiri di RT 9 RW 2 dekat pos kamling untuk melayani sekitar sembilan RT. Saat ini, aktivitas warga sudah kembali normal.

Selain banjir, hujan dengan intensitas tinggi juga memicu tanah longsor di Jalan Simongan No. 1, Kelurahan Bojongsalaman, Kecamatan Semarang Barat, pada Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

“Talut longsor menyebabkan tembok gereja roboh dan menimpa dua rumah warga, yakni milik Pak Ferdi dan Pak Bayu, terutama di bagian dapur,” jelas Rafi.

Sebanyak tiga kepala keluarga atau 10 jiwa terdampak kejadian tersebut, terdiri dari dua perempuan dewasa, tiga laki-laki dewasa, tiga perempuan lansia, satu laki-laki lansia, dan satu balita. Kerusakan rumah tergolong ringan.

Longsor serupa juga terjadi di Jalan Abdulrahman Saleh No. 180, Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, pada hari yang sama sekitar pukul 00.25 WIB, yang mengakibatkan kerusakan pada teras rumah warga.

Kepala Markas PMI Kota Semarang, dr. Anna Kartika Y., M.Biomed, menyatakan pihaknya terus menyiagakan posko layanan 24 jam bersama relawan untuk mengantisipasi potensi bencana.

“Bantuan yang diberikan kepada masyarakat merupakan hasil dari kegiatan Bulan Dana PMI yang dikemas dalam konsep Bulan Kemanusiaan dan rutin digelar setiap tahun,” katanya.

Ia berharap layanan PMI dapat terus bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kota Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *