Puslitbang Polri Gelar Penelitian Penanganan Tipidkor dan Program MBG di Polres Semarang
SEMARANG[BahteraJateng] – Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri menggelar penelitian tindak pidana korupsi (Tipidkor) serta penelitian program MBG di lingkungan Polri, yang dilaksanakan di Polres Semarang pada Selasa (3/3).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB di Rupatama Polres Semarang tersebut diikuti jajaran Polres Salatiga dan Polres Boyolali. Hadir Kapolres Salatiga, Wakapolres Boyolali, para pejabat utama, serta penyidik dari masing-masing satuan wilayah.

Pada sesi penelitian Tipidkor, tim peneliti melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) bersama internal Polri yang diikuti Kapolres atau Wakapolres, Kabag SDM, Kabagren, Kabaglog, Kasat Reskrimum, Kanit Tipidkor, Kaurbinops, serta penyidik Tipidkor Satreskrimum dari tiga Polres.
Selain FGD, tim juga mengumpulkan data Crime Total (CT) dan Crime Clearance (CC) kasus Tipidkor tahun 2023–2025, termasuk data kerugian keuangan negara dari perkara yang telah dinyatakan P-21 dalam periode yang sama.

Data tersebut menjadi bahan analisis untuk mengukur efektivitas penanganan perkara sekaligus kontribusi Polri dalam penyelamatan keuangan negara.
Sementara itu, dalam penelitian MBG, tim Puslitbang melakukan FGD bersama Kapolres dan Wakapolres terkait pelaksanaan dan tata kelola program.
Pengumpulan data dilakukan terhadap SPPG di bawah naungan Polri, meliputi nomor dan satwil, lokasi, tanggal operasional, jumlah porsi yang disiapkan, jumlah sekolah penerima manfaat, hingga keterangan pendukung lainnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan observasi langsung ke SPPG Polri milik Polres Semarang di Desa Keji, Kecamatan Ungaran Barat.
Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Polres Semarang sebagai tuan rumah.
“Penelitian ini menjadi momentum evaluasi dan perbaikan berkelanjutan berbasis data guna meningkatkan kualitas penanganan Tipidkor serta memastikan program pelayanan masyarakat berjalan efektif, tepat sasaran, dan akuntabel,” ujar Kapolres.
Ketua Tim Peneliti Puslitbang Polri Kombes Pol. Andreas Widihandoko menambahkan, hasil penelitian akan menjadi rekomendasi kebijakan untuk memperkuat efektivitas penegakan hukum dan optimalisasi tata kelola program di lingkungan Polri, khususnya di wilayah Polda Jawa Tengah.

