Sidak LPG 3 Kg di Kudus
DPR RI Komisi XII dan PT Pertamina Patra Niaga sidak pangkalan LPG 3 kilogram di wilayah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. (Dok. Polres Kudus)

Pasokan LPG 3 Kg di Kudus Ditambah, Pertamina: Kalau Mahan Jangan Dibeli

KUDUS[BahteraJateng] – Komisi XII DPR RI bersama PT Pertamina Patra Niaga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan LPG 3 kilogram di Kabupaten Kudus untuk memastikan ketersediaan pasokan menjelang Ramadan hingga Idulfitri.

Sidak tersebut dipimpin anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Golkar, Jamalludin Malik, dan diikuti Kapolres Kudus Heru Dwi Purnomo, Bupati Kudus Samani Intakoris, serta jajaran manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah.

Rombongan meninjau Pangkalan Umanah di Desa Demaan, Kecamatan Kota Kudus. Dari hasil pengecekan, stok LPG dinyatakan aman setelah adanya tambahan 20 tabung dari alokasi awal.

Sidak kemudian dilanjutkan ke Pangkalan LPG PSO Siaga di Desa Burikan, Kecamatan Kota Kudus, yang memiliki alokasi distribusi sekitar 220 tabung setiap pekan.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menjelaskan bahwa pihaknya telah menambah pasokan LPG bersubsidi melalui skema ekstra dropping untuk wilayah Kudus.

Menurutnya, tambahan pasokan sebanyak 35.000 tabung telah didistribusikan pada 17–18 Februari. Selanjutnya selama Ramadan, penambahan kumulatif pada minggu pertama hingga ketiga mencapai sekitar 33.000 hingga 34.000 tabung.

Taufiq juga mengimbau masyarakat agar membeli LPG di pangkalan resmi untuk menghindari harga yang terlalu tinggi. Ia menyarankan masyarakat tidak membeli jika menemukan harga LPG yang mahal.

“Masyarakat bisa membeli langsung di pangkalan resmi yang dapat dicek melalui situs subsiditepatlpg.mypertamina.id. Jika membeli di pengecer, harganya bisa lebih mahal, bahkan ada laporan mencapai Rp35 ribu per tabung,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Kudus Heru Dwi Purnomo, memastikan distribusi LPG di wilayahnya berjalan lancar. Pihak kepolisian juga melakukan pengecekan timbangan tabung untuk memastikan kesesuaian isi.

“Kami juga melakukan pengecekan timbangan dan hasilnya sesuai standar,” kata Heru.

Ia menegaskan pengawasan distribusi LPG akan terus dilakukan secara berkala untuk mencegah penimbunan maupun praktik penjualan di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *