Basarnas Semarang Pelajari Penanganan Kecelakaan Mobil Listrik
SEMARANG[BahteraJateng] — Meningkatnya penggunaan mobil listrik di Indonesia mendorong Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang mempelajari teknik penanganan kecelakaan kendaraan listrik guna memastikan keselamatan personel saat melakukan evakuasi korban di lapangan.
Langkah tersebut dilakukan dengan menghadirkan tim dari dealer kendaraan listrik BYD Haka Auto untuk memberikan pengenalan teknologi mobil listrik kepada personel SAR Semarang dalam kegiatan yang digelar pada Selasa (10/3).

Kepala Basarnas Semarang, Budiono, mengatakan kegiatan ini penting karena penanganan kecelakaan mobil listrik memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kendaraan konvensional, terutama terkait sistem kelistrikan bertegangan tinggi yang digunakan pada kendaraan tersebut.
“Kami menghadirkan tim dari dealer BYD Semarang untuk mengenalkan mobil listrik, bagaimana cara kerjanya serta apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan saat menangani kecelakaan mobil listrik yang penumpangnya terjepit di kabin,” ujarnya.

Menurutnya, pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman personel SAR agar dapat melakukan proses evakuasi secara aman sekaligus meminimalkan risiko yang dapat membahayakan petugas di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, tim BYD memberikan pemaparan mengenai teknologi kendaraan listrik, karakteristik sistem kelistrikan, serta prosedur keselamatan dalam penanganan kondisi darurat yang melibatkan mobil listrik.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan langsung dengan dua unit kendaraan listrik, yakni BYD Sealion 7 dan BYD M6. Melalui kegiatan ini, personel SAR diharapkan semakin siap menghadapi berbagai potensi kejadian yang melibatkan kendaraan listrik sehingga proses penyelamatan dapat dilakukan secara lebih aman dan efektif.

