Tim Kemhan RI Bersama Perhutani Blora Survei Lokasi Rencana Pembangunan Batalyon TP
BLORA[BahteraJateng] – Tim dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia melakukan survei lokasi rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di kawasan hutan Perum Perhutani wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ngawenombo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngawenombo, KPH Blora pada Jumat (13/3).
Survei tersebut diikuti tim Kemhan yang didampingi perwakilan Kodam IV/Diponegoro, Wakil Administratur/KSKPH Blora beserta jajaran Asper/KBKPH Ngawenombo, perwakilan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Blora, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Blora, jajaran Kodim 0721/Blora, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kunduran.
Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk memastikan kesesuaian lokasi yang direncanakan sebagai tempat pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan.
Tim melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi lapangan, meliputi aspek lokasi, aksesibilitas, serta potensi dukungan infrastruktur di sekitar kawasan tersebut.
Wakil Administratur/KSKPH Blora, Teguh Yuli Anggoro, menyampaikan bahwa pada prinsipnya Perum Perhutani mendukung kegiatan survei tersebut.
Namun karena lokasi yang direncanakan berada di kawasan hutan negara yang dikelola Perhutani, seluruh proses pembangunan harus tetap mengikuti mekanisme serta peraturan perundang-undangan yang berlaku terkait penggunaan kawasan hutan.
“Melalui survei ini dapat diketahui secara langsung kondisi lapangan serta kesesuaian lokasi dengan rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Kemhan RI, Kolonel Czi Sulistyo Gunawan, mengatakan kegiatan survei bertujuan untuk melakukan pengecekan langsung terhadap lokasi yang direncanakan.
Menurutnya, lokasi di wilayah Kabupaten Blora tersebut dinilai cukup sesuai dan strategis untuk mendukung kebutuhan pembangunan satuan Batalyon Teritorial Pembangunan.
Dengan adanya survei ini diharapkan proses perencanaan pembangunan Yon TP di Kabupaten Blora dapat berjalan dengan baik, sekaligus tetap memperhatikan tata kelola kawasan hutan serta ketentuan yang berlaku.
Keberadaan fasilitas tersebut nantinya diharapkan dapat memperkuat pertahanan wilayah sekaligus mendukung pembangunan daerah.(day)

