Andong Wisata di Blora
Masyarakat berkeliling menikmati suasana malam Kabupaten Blora menggunakan andong wisata.(Dok. BahteraJateng/PI)

Menikmati Suasana Malam Blora Menggunakan Andong Wisata

BLORA[BahteraJateng] – Berkeliling menikmati suasana malam Kabupaten Blora menggunakan andong wisata, memberikan kesan tersendiri bagi para pengguna jasa andong wisata dalam melepas penat setelah seharian beraktivitas.

Hal tersebut tampak pada keceriaan para pengguna jasa andong wisata yang banyak berseliweran dijalanan Kabupaten Blora ketika malam tiba.

Wakil Ketua Paguyuban Andong Wisata Blora sekaligus Guru di salahsatu SD Negeri di Blora, Aditama, menyampaikan bahwa untuk menggunakan jasa andong wisata, tidak perlu merogoh kocek yang dalam.

“Untuk satu tarikan dengan penumpang dua dewasa dan dua anak-anak, cukup Rp. 30 ribu. Menempuh perjalanan sekitar dua puluh lima menit keliling alun-alun Blora hingga tugu Pancasila, dan kembali melalui taman Tirtonadi,” ujarnya pada bahterajateng.

Aditama juga menyampaikan bahwa ada tambahan biaya bila pengguna jasa andong melebihi ketentuan.

“Kalau yang naik andong dua dewasa dan tiga anak-anak, tambahan biayanya Rp. 5 ribu, kalau tiga dewasa dua anak, yang dewasa ada tambahan Rp. 10 ribu. Tambahan ini kami gunakan untuk tambahan pakan kuda,” ungkap Aditama.

Aditama memiliki cara agar kuda miliknya selalu merasa nyaman dalam bekerja setiap hari.

“Modal awal, kuda diatas 25 juta. Untuk perlengkapannya, andong, lampu, dan accu 70 ampere, kalau ditotal sekitar 40 jutaan. Dan jika tenaga kuda sudah mulai terasa menurun, kami melakukan treatment, mandi pagi dengan air hangat dan tambahan vitamin,” ujar Aditama.

Dalam satu malam, Aditama mengaku mendapatkan hasil minimal Rp. 120 ribu hingga Rp. 700 ribu dari usahanya menarik andong wisata.

Hal senada disampaikan Satriya, mahasiswa semester tiga Universitas Terbuka Blora yang bekerja sambilan sebagai kusir kuda andong wisata.

“Paling sepi Rp. 120 ribu, kalau weekend bisa mencapai Rp. 700 ribu per malam, dengan 15 tarikan. Dan Alhamdulillah bisa untuk biaya kuliah,” ujar Satriya.

Lebih lanjut Satriya menyampaikan bahwa Paguyuban menerapkan beberapa kesepakatan pada anggotanya.

“Ada satu kesepakatan bahwa dalam satu hari, maksimal lima andong yang standby di pangkalan pasar lama. Jadi ada yang libur narik. Kecuali weekend dan masa libur panjang seperti ini, semua anggota bisa narik. Semuanya diatur oleh Paguyuban dan disepakati oleh semua anggota,” pungkas Satriya.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *