DLH Kota Semarang Sayangkan Kebiasaan Warga Buang Sampah Sembarangan
SEMARANG[BahteraJateng] — Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Glory Nasarani, menyayangkan kebiasaan warga yang membuang sampah tidak langsung ke dalam kontainer di Tempat Penampungan Sementara (TPS), yang turut memperparah penumpukan sampah selama periode Lebaran 2026.
Menurutnya, banyak warga membawa sampah ke TPS namun tidak memasukkannya ke dalam kontainer, sehingga sampah justru menumpuk di lantai atau di luar area penampungan.
“Banyak warga yang membawa sampah sendiri ke TPS, tetapi tidak dimasukkan ke dalam kontainer. Akibatnya, sampah berserakan di luar meskipun kontainer belum penuh,” ujarnya saat ditemui BahteraJateng pada Selasa (31/3).
Kondisi tersebut memperlambat proses pengangkutan karena petugas harus lebih dulu memindahkan sampah ke dalam kontainer sebelum diangkut ke TPA Jatibarang.
Glory menjelaskan, kebiasaan tersebut menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya volume sampah selama Lebaran, selain tingginya aktivitas rumah tangga. Pada puncaknya, timbulan sampah yang masuk ke TPA Jatibarang mencapai hingga 1.090 ton per hari.
Selain itu, keterbatasan operasional petugas selama 21–22 Maret 2026 juga menyebabkan sejumlah TPS mengalami kelebihan kapasitas. Penumpukan sampah tidak hanya terjadi di dalam kontainer, tetapi juga meluber ke luar area TPS.
“Petugas harus membersihkan sampah yang berada di luar TPS terlebih dahulu sebelum diangkut. Ini yang membuat proses normalisasi membutuhkan waktu,” jelasnya.
Setelah Lebaran, kondisi berangsur membaik. Volume sampah kini kembali stabil di kisaran 900 hingga 1.000 ton per hari.
DLH Kota Semarang mengimbau masyarakat untuk lebih tertib dalam membuang sampah dengan memastikan sampah dimasukkan ke dalam kontainer guna menjaga kebersihan lingkungan dan mempercepat proses penanganan.

