Gubernur Luthfi Fokus Turunkan Kemiskinan dan Pengangguran di 2026
SEMARANG[BahteraJateng] – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan pengentasan kemiskinan tetap menjadi fokus utama pada 2026. Selain itu, penurunan pengangguran juga akan digenjot melalui intervensi lintas sektor dan evaluasi ketat bantuan sosial agar tepat sasaran.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan arah pembangunan daerah tetap berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Indikator utamanya adalah kemampuan menekan angka kemiskinan secara signifikan.
“Output pembangunan adalah masyarakat sejahtera. Ukurannya bagaimana kita bisa menurunkan angka kemiskinan,” ujarnya usai rapat paripurna DPRD Jateng terkait LKPJ 2025 di Semarang pada Selasa (31/3).
Sepanjang 2025, angka kemiskinan di Jawa Tengah turun dari 9,58 persen menjadi 9,39 persen. Tingkat pengangguran terbuka juga menurun dari 4,78 persen pada 2024 menjadi 4,32 persen pada 2025. Capaian tersebut didukung pertumbuhan ekonomi 5,37 persen dan realisasi investasi sebesar Rp 88,8 triliun.
Meski demikian, pemerintah belum menetapkan target penurunan kemiskinan pada 2026 dan masih menunggu evaluasi serta rekomendasi DPRD.
Luthfi menegaskan penanganan kemiskinan harus dilakukan secara terpadu, mencakup pemenuhan kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan.
Salah satu program yang dijalankan adalah perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) yang pada 2025 menyasar sekitar 17 ribu unit. Program ini terintegrasi dengan penanganan stunting, peningkatan akses pendidikan, dan penguatan ekonomi keluarga.
Selain itu, Pemprov Jateng juga mendorong evaluasi bansos agar tidak menimbulkan ketergantungan jangka panjang.
Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, menyatakan LKPJ 2025 telah diterima dan akan dibahas lebih lanjut oleh panitia khusus sebagai bahan perbaikan kebijakan ke depan.(sun)

