Toko Kue Gambang
Toko Kue Gambang, di kawasan Pasar Johar Kota Semarang.(Dok. BahteraJateng/day)

Keberadaan Toko Kue Gambang, Ramaikan Pasar Johar dan Disambut Pedagang Lainnya 

SEMARANG[BahteraJateng] — Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, menegaskan bahwa keberadaan usaha Toko Kue Gambang atau biasa disebut roti Ganjel Rel di kawasan Pasar Johar telah melalui prosedur yang benar serta mendapat persetujuan dari para pedagang setempat.

Amoy sapaan akrabnya menjelaskan, bangunan yang kini dimanfaatkan sebagai tempat usaha tersebut sebelumnya terbengkalai selama bertahun-tahun tanpa aktivitas.

Melihat potensi yang ada, pihaknya kemudian menawarkan kepada pelaku usaha untuk memanfaatkan lokasi tersebut guna menghidupkan kembali aktivitas di Pasar Johar.

“Prinsipnya, Kementerian Perdagangan menyampaikan akan membantu Kota Semarang dengan syarat Pasar Johar harus hidup dan ramai. Karena itu menjadi salah satu pertimbangan kami dalam mengizinkan pemanfaatan bangunan tersebut,” ujarnya, saat ditemui BahteraJateng pada Kamis (2/4).

Ia mengungkapkan, sebelum memberikan izin, pihaknya telah berkoordinasi dengan para ketua Persatuan Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP). Meski sempat muncul kekhawatiran terkait persaingan usaha, pada akhirnya para pedagang justru menyambut baik kehadiran usaha tersebut karena dinilai mampu meningkatkan keramaian pasar.

“Kalau dari awal pedagang menolak, tentu tidak akan kami izinkan. Tapi faktanya pedagang justru senang karena ikut meramaikan,” katanya.

Amoy juga menegaskan bahwa izin yang diberikan telah sesuai ketentuan, termasuk tidak melanggar aturan terkait bangunan cagar budaya karena tidak ada perubahan fungsi maupun bentuk bangunan.

Terkait polemik yang berkembang, ia menyayangkan adanya serangan yang mengarah ke individu tertentu.

Menurutnya, kehadiran usaha tersebut merupakan hasil kerja kolektif, termasuk melibatkan anak-anak muda yang memiliki semangat tinggi dalam mengembangkan usaha.

“Jangan menyerang pribadi. Lihat sisi positifnya, ini justru menjadi destinasi baru di Semarang,” tegasnya.

Ia juga membantah kabar mengenai rencana pembongkaran pagar di kawasan tersebut. Menurutnya, yang dilakukan hanyalah penataan akses, seperti meratakan bagian tangga (trap) agar lebih ramah bagi lansia dan ibu hamil.

Selain itu, Dinas Perdagangan juga tengah menyiapkan konsep pengembangan Pasar Johar, termasuk rencana menghidupkan kembali “Pasar Maling” serta menghadirkan konsep “Johar Malam Hari” (Ojolari) untuk meningkatkan aktivitas ekonomi, khususnya di lantai atas pasar yang saat ini masih sepi.

“Rencananya akan diluncurkan pada 2 Mei mendatang,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *