Mitigasi Pascabanjir Bandang Lereng Gunung Slamet, Aktivis Tanam 5.000 Pohon
PURBALINGGA[BahteraJateng] – Upaya mitigasi bencana pascabanjir bandang di lereng Gunung Slamet terus dilakukan. Salah satunya melalui aksi penanaman 5.000 pohon di sejumlah titik rawan di Kabupaten Purbalingga pada Sabtu (4/4).
Kegiatan yang diprakarsai Komunitas Patanjala ini difokuskan di Dusun Gunung Malang, Desa Serang, Kecamatan Karangreja—wilayah yang sebelumnya terdampak banjir bandang dan mengalami kerusakan lingkungan.
Koordinator kegiatan, Indaru S. Nurprojo, mengatakan penanaman pohon merupakan langkah konkret untuk mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang, khususnya di kawasan lereng yang rawan longsor dan aliran air deras.
“Penanaman ini menjadi bagian dari mitigasi bencana, agar ke depan kawasan ini lebih kuat menahan erosi dan limpasan air saat hujan deras,” ujarnya.
Aksi tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, DPRD Jawa Tengah, serta Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah Widi Hartanto dan Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah, Harun Abdul Khafizh.
Sementara itu, Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, melalui Asisten Ekonomi dan Pembangunan Mukodam, menegaskan pentingnya langkah pencegahan berbasis lingkungan dalam penanganan bencana.
Penanaman pohon dinilai menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk memperbaiki struktur tanah, meningkatkan daya serap air, serta menekan potensi banjir bandang di kawasan hulu.
Selain pemerintah dan komunitas, kegiatan ini juga melibatkan Perum Perhutani, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VI Jawa Tengah, serta masyarakat setempat.
Melalui aksi ini, diharapkan kesadaran bersama terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan semakin meningkat, sekaligus memperkuat upaya mitigasi bencana di wilayah rawan seperti lereng Gunung Slamet.(day)

