Ratusan Mahasiswa Geruduk Kodim 0733/Semarang, Soroti Kasus Andrie Yunus hingga MBG
SEMARANG[BahteraJateng] — Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di ibukota Jawa Tengah menggelar aksi demonstrasi di depan Kodim 0733/Semarang pada Kamis (9/4). Aksi tersebut menyoroti kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus serta kritik terhadap keterlibatan TNI di ranah sipil.
Berdasarkan pantauan di lokasi, massa aksi tiba sekitar pukul 15.15 WIB dan langsung melakukan orasi secara bergantian dari atas mobil komando. Dalam orasinya, mahasiswa menuntut keadilan bagi korban dan mempertanyakan proses hukum yang berlangsung di peradilan militer.
Salah satu orator dari mahasiswa Undip menyebut bahwa pelaku penyiraman yang diduga berasal dari unsur militer dikhawatirkan tidak mendapatkan hukuman setimpal karena prosesnya dilakukan di pengadilan militer yang dinilai tertutup.
“Kembalikan TNI ke barak,” teriak massa yang disambut sorak-sorai peserta aksi.
Mahasiswa Universitas Negeri Semarang, Septia Linasari (21), mengatakan aksi tersebut tidak hanya berfokus pada kasus Andrie Yunus, tetapi juga sebagai bentuk kritik terhadap peran militer yang dinilai semakin masuk ke sektor sipil.
Menurutnya, keterlibatan TNI dalam program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga jabatan sipil dianggap melampaui fungsi utama militer.
“Kami menilai ini merusak demokrasi karena militer masuk ke ranah sipil,” ujarnya.
Selain itu, massa juga mendesak Mahkamah Konstitusi untuk mengkaji ulang aturan terkait penanganan tindak pidana umum yang melibatkan anggota militer, agar proses hukum lebih transparan dan adil bagi masyarakat sipil.
Aksi demonstrasi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Setelah menyampaikan tuntutan di depan Kodim, massa kemudian bergerak menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah untuk melanjutkan aksi serupa.

