Kontes Kambing PE Kaligesing Banjarnegara, Panggung Industri Kreatif Bernilai Miliaran
BANJARNEGARA[BahteraJateng] – Lapangan Desa Plumbungan, Kecamatan Pagentan, berubah menjadi pusat perhatian para peternak kambing seni pada Minggu (10/5). Ratusan kambing Peranakan Etawa (PE) Kaligesing tampil bak selebritas dalam Kontes Lokal yang digagas Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Peternak Kambing Seni Indonesia (HPKSI) Banjarnegara.
Meski berlabel lokal, gaung acara ini melampaui ekspektasi. Peternak dari berbagai daerah seperti Kebumen, Wonosobo, Tegal, Batang, Yogyakarta, hingga Ciamis turut meramaikan persaingan.

Sebanyak 200 kambing berlaga dalam 10 kelas penilaian, menjadikan ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan barometer prestise di kalangan peternak kambing seni.
Ketua DPD HPKSI Banjarnegara, Taufik, menyebut kontes ini rutin digelar dua kali setahun sebagai sarana evaluasi kualitas ternak sekaligus pemacu semangat peternak.
“Awalnya memang event lokal, namun karena terbuka, banyak peserta luar kota ikut ambil bagian. Persaingan paling ketat ada di kategori D jantan,” ujarnya.
Di balik parade estetika, tersimpan nilai ekonomi fantastis. Beberapa kambing peserta dibanderol lebih dari Rp100 juta per ekor. Bahkan, Taufik mengingat kembali kontes nasional 2024 di Punggelan ketika seekor kambing juara asal Jawa Timur terjual hingga Rp1 miliar.
Penilaian dilakukan secara ketat berdasarkan kategori usia, kondisi gigi, hingga sistem skrut atau pengukuran fisik presisi. Seluruh peserta wajib lolos seleksi kesehatan sebelum memasuki arena utama.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kambing seni bukan lagi sekadar komoditas peternakan tradisional, tetapi telah berkembang menjadi industri kreatif bernilai tinggi.
Melalui ajang seperti ini, Banjarnegara tak hanya mempromosikan peternakan unggul, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru berbasis hobi, prestise, dan investasi.(day)

