| |

MUI Jateng Himbau Panitia Kurban Jaga Amanat Pelaku Ibadah Kurban Idul Adha

SEMARANG[BahteraJateng] – Majlis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah mengingatkan kepada panitia kurban agar benar-benar menjaga amanah yang diberikan oleh para mudhohi atau orang yang menjalankan ibadah kurban pada hari raya Idul Adha.

Ketua umum MUI Jateng KH Dr Ahmad Darodji MSi mengatakan dalam beberapa hari lagi umat Islam akan merayakan Idul Adha atau Idul Qurban yang salah satu agendanya adalah penyembelihan hewan  kurban oleh para sohibul qurban atau mudhohi.

“Sebagian besar para mudhohi di Jateng mengamanatkan  hewan kurban kepada panitia Idul Adha dalam proses penyembelihan  sampai pembagian daging kurban kepada yang berhak,” ujar Darodji di selasa acara Focus Group Discussion (FGD) Ketahanan  Ekonomi dan Masalah Sosial Masyarakat di hotel C3 Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (4/6).

Menurutnya, karena itu menjelang perayaan Idul Adha 1445/2024 ini MUI Jateng menyampaikan taushiyah kepada umat Islam untuk dijadikan  pedoman dalam merayakan rangkaian kegiatan  dalam rangka Idul Adha.

Taushiyah itu, lanjutnya, berisi sembilan poin, meliputi pertama peringatan kepada panitia kurban harus menjalankan tugasnya dengan amanah, adil dan sesuai dengan ketentuan syara’ dalam menerima hewan kurban, menyembelih dan mendistribusikannya secara merata dan bijaksana dengan mengutamakan kaum dhu’afa.

Kedua, pelaksanaan takbir keliling harus bertujuan syiar Islam dilakukan dengan tertib dan berkoordinasi dengan aparat. Ketiga, dalam rangka menyambut Idul Adha, umat Islam diserukan untuk melaksanakan puasa Tarwiyah dan Arafah dan ibadah-ibadah lain untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Keempat, melaksanakan shalat Idul Adha dengan tertib, khidmat, khusyu’ dan penuh semarak demi mensyiarkan Islam. Kelima, materi khutbah hendaknya menjaga kesejukan umat, persatuan dan kesatuan bangsa.

Keenam, melaksanakan ibadah Kurban bagi yang mampu. Ketujuh, bagi yang  yang berkurban supaya memilih hewan kurban yang sesuai dengan ketentuan syara’ dan memenuhi standar kesehatan hewan.

Kedelapan,penyembelihan hewan kurban harus menjalankan adab penyembelihan dalam Islam, dan kesembilan,  penyembelihan hewan kurban harus dilakukan oleh penyembelih yang memenuhi ketentuan syara’, diutamakan yang sudah mempunyai sertifikat Juru Sembelih Halal.

Sekretaris Umum MUI Jateng KH Drs Muhyiddin, MA menambahkan, pedoman itu dituangkan dalam Tausiah MUI Jateng bernomor 02/DP-P.XIII/T/VI/2024 tertanggal  4 Juni 2024, tentang Penyelenggaraan Ibadah Kurban 1445 H.

Taushiyah ditandatangani Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi, Sekretaris Umum MUI Jateng Drs KH Muhyiddin MAg, Ketua Komisi Fatwa MUI Jateng Dr KH Fadlolan Musyaffa’ Lc MA dan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Jateng Prof Dr KH Ahmad Izzudin MAg.

“Taushiyah ini juga merespon surat dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, nomor 450.0/570, tertanggal 30 Mei 2024, tentang Himbauan Pelaksanaan Ibadah Kurban pada Idul Adha 1445 H/2024 M dan tindak lanjut hasil  rapat koordinasi MUI dengan Baznas Provinsi Jawa Tengah pada, Selasa 4 Juni 2024,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *