Bawaslu dan Pemkot Semarang Perkuat Pendidikan Politik
SEMARANG[BahteraJateng] — Bawaslu Kota Semarang melakukan audiensi dengan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti pada Rabu (14/5), untuk memperkuat sinergi pasca-Pemilu dan Pemilihan 2024. Pertemuan ini juga menjadi momen penyerahan laporan akhir penggunaan dana hibah dan pengawasan.
Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkot selama pelaksanaan Pemilu. Dari total dana hibah sebesar Rp17,18 miliar, Bawaslu telah merealisasikan Rp15,22 miliar (88,61%), dengan sisa anggaran sebesar Rp1,95 miliar dikembalikan ke kas daerah.
“Kerja sama dengan Pemkot sangat luar biasa. Kami terbantu baik dari sisi anggaran maupun kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengawasan, termasuk penertiban alat peraga kampanye,” ujarnya.
Tak hanya soal pelaporan, Bawaslu juga mengusulkan program lanjutan, seperti pengembangan Kelurahan Anti Politik Uang di 177 kelurahan. Program ini bertujuan membangun budaya politik bersih sejak tingkat akar rumput dan memastikan nilai-nilai demokrasi hidup sepanjang waktu.
“Kami berharap fasilitasi dari Pemkot dapat memperkuat jaringan ini agar pendidikan politik tidak hanya hadir saat Pemilu, tapi juga menjadi kesadaran kolektif masyarakat,” tambah Arief.
Wali Kota Agustina menyambut baik inisiatif Bawaslu dan menyatakan komitmennya untuk terus mendukung penguatan demokrasi di masa non tahapan.
“Kolaborasi ini tidak boleh berhenti. Justru di masa non tahapan, kita bisa lebih maksimal mengedukasi masyarakat,” tegasnya.
Sinergi ini diharapkan mampu menjaga kualitas demokrasi Kota Semarang secara berkelanjutan, baik dalam masa tahapan Pemilu maupun di luar masa tersebut.(sun)

