Banjir Rob didaerah pantura kian memprihatinkan, seperti wilayah sayung Demak dan juga dibeberapa titik di Kota Semarang.(Foto Ist)
Banjir Rob didaerah pantura kian memprihatinkan, seperti wilayah sayung Demak dan juga dibeberapa titik di Kota Semarang.(Foto Ist)
|

BEM Unissula Minta Presiden Turun Tangan Atasi Banjir Rob Pantura

SEMARANG[BahteraJateng] – Banjir rob yang saat ini terjadi di wilayah pesisir Pantura Jawa Tengah seperti Sayung (Demak), Genuk, Kaligawe hingga Tanjungmas (Semarang) kian memprihatinkan.

Kondisi ini tidak hanya merugikan warga sekitar, tapi juga mengganggu aktivitas nasional karena jalur Pantura merupakan jalan strategis nasional.


Presiden BEM KM Unissula, Wiyu Ghaniy, menilai bahwa penanganan banjir rob tidak cukup jika hanya mengandalkan pemerintah daerah. Ia mendorong agar Pemprov Jawa Tengah hingga Pemerintah Pusat segera turun tangan dan menjadikan bencana ini sebagai bencana nasional.

“Kami meminta semua pemangku kepentingan—Pemkot Semarang, Pemkab Demak, Pemprov Jateng hingga pusat—untuk duduk bersama mencari solusi konkret. Ini bukan masalah lokal. Ini darurat nasional,” tegas Wiyu.


Pihaknya mengajukan enam tuntutan, yakni:

1. Pemprov Jateng harus aktif menangani banjir rob,
2. Menjadikan isu ini sebagai program prioritas,
3. Koordinasi lintas instansi seperti PUPR, BBWS, Dishub, dan BNPB,
4. Penegakan hukum terhadap perusahaan yang melanggar AMDAL,
5. Kolaborasi nyata antara Pemkot Semarang dan Pemkab Demak,
6. Pengerahan tenaga ahli lintas bidang seperti geologi, kelautan, dan infrastruktur.Menurut Wiyu, penanganan banjir rob tidak boleh parsial atau politis. Dibutuhkan pendekatan ilmiah dan kebijakan terintegrasi dari pusat hingga daerah.

“Hukum tidak boleh berdiri di menara gading. Ia harus hidup di tengah rakyat,” tutupnya.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *