Berburu Kuliner Jadul di Taman Menara Kudus
KUDUS[BahteraJateng] – Anda pernah mencicipi Awug Awug atau Wedang Blung? Awug awug adalah penganan kukus terbuat dari adonan tepung beras ketan, kelapa parut, dan gula merah, dibungkus dengan daun pisang. Sementara Wedang Blung adalah minuman tradisional berbahan air, santan, gula merah, dan jahe.
Keduanya merupakan bagian dari khazanah kuliner tradisional, yang masih eksis di tengah maraknya jajanan dan minuman kekinian. Bagi yang penasaran dengan rasanya atau bernostalgia, bisa datang ke Festival Kuliner Jadul di Taman Menara Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Deretan stan berjajar menjual aneka menu makanan dan minuman yang sudah tak lagi populer di kalangan gen z.
“Kami ingin melestarikan makanan-makanan jadul agar tetap dikenal dan dicintai oleh generasi muda,” ungkap Ketua Panitia Pasar Kuliner Jadul, Hartanto Tri Saputro.
Kegiatan sebagai bagian dari rangkaian perayaan berdirinya Masjid Menara Kudus ini rutin digelar tiap tahun. Dan menurutnya, animo pedagang maupun pengunjung cukup tinggi.
Sesuai dengan temanya, panitia selalu menyeleksi ketat pedagang yang berpartisipasi. Pedagang harus menjajakan kuliner tradisional, bukan menu kekinian.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan UMKM di Kabupaten Kudus,” imbuhnya.
Salah satu pedagang, Nadia Erna mengungkapkan, pengunjung yang datang bukan hanya warga lokal, namun juga peziarah dari luar daerah.
“Banyak yang penasaran dengan wedang blung hingga garang asem khas Kudus,” ungkapnya.
Di stan Warung Mbok Dhe Ole miliknya, ia menjajakan menu kuliner khas Kudus seperti Sate Kerbau dan Garang Asem, juga minuman Wedang Blung dan Wedang Roti.
“Menu seperti nasi goreng dan mie goreng Jowo jadul juga banyak dibeli pengunjung,” tambahnya.
Di stan lain, juga ada menu sego lodeh godhong jati (nasi lodeh bungkus daun jati), nasi liwet, gethuk, tiwul hingga minuman dawet.
Kegiatan masih akan berlangsung hingga 8 Januari 2026, dari jam 10.00 hingga 22.00 wib. Jika cuaca cerah, pengunjung bisa menyantap makanan dan minuman yang dibelinya di area outdoor dengan hiburan religi berupa penampilan hadroh dari sejumlah pondok pesantren.(day)

