BNPB Tebar 12,4 Ton Garam untuk Rekayasa Cuaca
JAKARTA [BahteraJateng]- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah menebar 12,4 ton garam atau Natroum Klorida (NaCl) dalam operasi rekayasa cuaca di sekitar perairan utara dan selatan Jawa Barat dalam empat hari terakhir.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, pihaknya telah menaburkan bahan semai ke angkasa sebanyak total 16 ton melalui 18 sorti penerbangan.

“Dua unit pesawat Caravan dengan registrasi PK-DPI dan PK-SNL disiagakan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta bergantian menerbarkan bahan semai di atas langit Pesisir Utara dan Pesisir Selatan Jawa Barat dalam 24 jam secara berkala,” kata Abdul Muhari, Jumat (11/7).
Dia menyebutkan, wilayah penaburan bahan semai prioritas di wilayah perairan utara Karawang, Bekasi, Indramayu, dan sekitarnya termasuk wilayah menjadi hulu sungai berhilir di daerah rawan bencana banjir Jabodetabek.
Secara teknis, kata dia, dua pesawat berkapasitas maksimal satu ton bahan semai itu mengangkut dan menaburkan NaCl. Bahan kimia serupa garam yang dapat membantu proses kondensasi awan dan memicu turunnya hujan.
Penyemaian NaCl ini dilakukan untuk mencegat awan-awan hujan akan masuk ke darat sehingga hujan bisa diturunkan ke wilayah laut.
Sementara itu, Kalsium Klorida berfungsi untuk meningkatkan curah hujan sehingga redistribusi curah hujan dapat dilakukan sesuai area sasaran.
“Operasi modifikasi cuaca ini merupakan upaya pemerintah dalam penanganan darurat cuaca ekstrem di musim kemarau basah yang melanda wilayah Jawa Barat dan Jakarta,” kata dia.
Modifikasi cuaca rencananya akan dilaksanakan Senin hingga Jumat (7-11 Juli). Langkah ini merupakan respons darurat Pemerintah setelah sebelumnya pada Minggu (6/7) hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah barat Jawa dan menyebabkan beberapa bencana banjir di sejumlah lokasi.
“OMC bertujuan untuk mengurangi hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan masih akan turun pada dasarian pertama Juli 2025,” kata dia.
Menurut dia, sejak empat hari pelaksanaan OMC, satgas gabungan OMC Jabodetabek mencatat penurunan intensitas hujan yang signifikan antara 30-60 persen di wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Bahkan dalam dua hari ini cuaca Jakarta dalam kondisi terik tanpa hujan.
“Bersamaan dengan berkurangnya intensitas hujan, diharapkan upaya penanggulangan bencana banjir di wilayah hilir seperti upaya pemompaan dan pengeringan,” kata dia.
Selain itu, penguatan tanggul pada daerah-daerah masih basah akibat banjir dapat optimal dilakukan sehingga masyarakat bisa segera beraktivitas dengan normal kembali.

