|

Enam Korban Longsor Majenang Cilacap Ditemukan di Hari Ketiga, 14 Warga Masih Hilang

CILACAP[BahteraJateng] – Memasuki hari ketiga pascalongsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, jumlah korban yang ditemukan bertambah.

Hingga Sabtu (15/11) pukul 14.00, tim gabungan menemukan enam korban dalam kondisi meninggal dunia. Sebanyak 14 warga lainnya masih dalam pencarian.


Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggulangan, mengatakan pencarian difokuskan di dua titik utama, yakni Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut. Setiap hari pencarian dimulai pukul 07.00 setelah apel dan rapat koordinasi tim gabungan.

“Kami masih fokus untuk pencarian korban. Hari ini, enam korban ditemukan,” ujarnya.


Seluruh korban yang ditemukan kemudian diidentifikasi untuk memastikan nama dan asal dusun. Sementara itu, BPBD memastikan kebutuhan logistik bagi warga terdampak, termasuk di dua titik pengungsian, dalam kondisi aman.

Menurut Bergas, sebagian warga masih enggan kembali ke rumah karena khawatir terjadi longsor susulan. Banyak dari mereka memilih tinggal sementara di rumah saudara atau tetangga.

“Soal jumlah pengungsi memang fluktuatif, karena ada yang hanya bermalam dan siang hari beraktivitas,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat curah hujan di Jawa Tengah masih tinggi. “Terutama yang tinggal di daerah rawan bencana,” tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

“Kami imbau daerah lain supaya tetap waspada, terutama yang berada di pegunungan dan rawan longsor,” katanya.

Terkait longsor Cibeunying, Gubernur menegaskan prioritas utama pemerintah adalah mencari korban hilang dan mengevakuasi warga selamat. Tim gabungan dari BPBD provinsi dan kabupaten, TNI, Polri, Basarnas, relawan, serta berbagai unsur masyarakat terus menyisir lokasi.

“Beberapa alat sudah diturunkan. Kita berdoa semoga yang belum ditemukan diberi keselamatan,” ujarnya.

Dapur umum juga telah beroperasi, dan bantuan logistik terus dikirim. Tim di lapangan mulai menyiapkan langkah pemulihan pascabencana.

Sebagai informasi, longsor pada Kamis malam (13/11/2025) itu menimbun pemukiman warga di dua dusun. Sebanyak 46 jiwa dari 17 KK terdampak.

Sebelumnya 20 warga dinyatakan hilang, dan sebagian telah ditemukan. Delapan rumah roboh, satu rusak sedang, serta 16 rumah terancam. Total area terdampak mencapai sekitar 6,5 hektare.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *