Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Republik Indonesia, Wihaji. Dok
| |

Indonesia Gandeng Singapura di Bidang Kependudukan

JAKARTA [BahteraJateng]- Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga /BKKBN menggandeng Pemerintah Singapura dalam kerja sama untuk mengatasi berbagai permasalahan kependudukan.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Republik Indonesia, Wihaji mengatakan, kerjasama ditempuh dalam bentuk kajian tentang pembangunan keluarga dan kerjasama terkait isu kependudukan seperti urbanisasi. Kolaborasi dengan negara lain termasuk Filipina dan bidang khusus ditindaklanjuti melalui MOU antar kedua negara.


“BKKBN telah bertransformasi menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga(Kemendukbangga) untuk mendukung Visi Indonesia Emas 2045 untuk menghasilkan SDM unggul, berbudaya, menguasai IPTEK, Ekonomi yang maju dan berkelanjutan, Pembangunan yang merata dan inklusif, dan Negara yang demokratis, kuat, dan bersih,” saat menerima kunjungan kerja dari Minister For Social and Family Development of Singapore, Masagos Zulkifli, Selasa (18/3), di Kantor Kemendukbangga/BKKBN Jakarta.

Menteri Wihaji juga mengungkapkan, program Quickwin dimiliki oleh Kemendukbangga yaitu Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), yaitu intervensi keluarga rentan stunting untuk bantuan yang sesuai kebutuhan melalui kolaborasi antara Kader Posyandu, Psikolog Anak, Dokter Spesialis Anak, Influencer Parenting, LSM, dan pemerintah daerah dengan target 1 juta anak.

Selain itu, Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) yaitu Daycare unggul (yang terstandarisasi), berkolaborasi dengan seluruh lembaga pemerintah dan swasta, nantinya dapat memfasilitasi pengasuh tersertifikasi, psikolog anak dan dokter spesialis anak serta laporan tumbuh kembang anak setiap bulan.

Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) Gerakan Optimalisasi Peran Ayah untuk menjawab Fenomena Fatherless melalui Layanan Konseling pra nikah, menikah, akan dan saat memiliki anak serta Konsorsium Komunitas Ayah Teladan. SuperApps Tentang Keluarga, terkait Layanan A-Z Pembangunan Keluarga, Konsultasi problematika keluarga, anak, konselor, Pendataan Keluarga Indonesia, Ketahanan Kependudukan (termasuk ketahanan usia produktif) serta Interoperabilitas lintas K/L.

Lansia Berdaya yaitu menyediakan homecare berbasis komunitas untuk usia lanjut yang tidak mendapat perawatan oleh anak, bantuan dan pelayanan kesehatan gratis bagi lansia di puskesmas dan RSUD tanpa rujukan, serta pemberdayaan lansia sesuai kapasitas.

Menteri Pembangunan Keluarga dan Sosial Singapura, Masagos Zulkifli mengungkapkan, negaranya kembali memikirkan untuk menitikberatkan keluarga, karena banyak ilmu-ilmu pembangunan sosial datangnya dari negara barat yang sangat mementingkan individu bukan keluarga.

“Kami bersyukur Indonesia dua tahun yang lalu, telah membuat deklarasi bahwa keluarga adalah tonggak masyarakat, jika keluarga rusak, individu rusak, di ASEAN kita akan kembali bekerjasama untuk menguatkan lagi institusi keluarga, dalam usaha ini misi kementerian kami adalah membangun keluarga agar mapan, mandiri, dan maju. Keluarga miskin diusahakan menjadi keluarga maju, sehingga semua subsidi pembangunan sosial singapura dititikberatkan pada tiga hal yaitu perumahan, pendidikan, dan kesehatan,” lanjut Masagos Zulkifli

Masagos Zulkifli menyampaikan, 90 persen penduduk singapura sudah memiliki rumah pribadi, sedangkan keluarga miskin tinggal di rumah sewa, maka melalui program Community Link Plus, sebanyak 15.000 keluarga diberi seorang family coach, supaya keluarga yang tinggal di rumah sewa mendapatkan peluang untuk mendapatkan subsidi rumah dan pendidikan lebih tinggi.

“ASEAN sudah ada perstujauan untuk membuat satu kajian terkait status of the family in ASEAN, kami sedang mencari institusi yang bisa mencari data untuk trend, supaya kita bisa tahu status kita dimana kekuatan keluarga kita seperti apa, apakah bisa mandiri ataukah ada peluang untuk maju, kita bisa buka kerjasama disini, sudah ada dananya di ASEAN” ungkap Masagos Zulkifli

Kerjasama lain yang mungkin dikembangkan dengan Singapura kaitannya dengan Quickwins seperti pengembangan kapasitas bagi tenaga layanan, kerjasama peningkatan kualitas gizi masyarakat melalui program penyaluran zakat warga muslim Singapura ke Indonesia, dan pengembangan social and youth enterpreneurship bagi pemuda Indonesia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *