Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen, saat kunjungan kerja ke Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, Senin (14/4).(Foto Ist)
| | |

Jawa Tengah Siap Bangun 105 SPPG Baru

JAKARTA[BahteraJateng] – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyatakan kesiapan Jawa Tengah membangun 105 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru sebagai bagian dari percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan tersebut disampaikan Yasin usai memimpin Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan MBG Jateng dalam kunjungan kerja ke Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta pada Senin (14/4).

“Kita rapat untuk persiapan percepatan program MBG dan alhamdulillah langsung diterima di BGN. Pertemuan ini langsung ditindaklanjuti dengan arahan konkret,” ujar Yasin.

Dalam pertemuan tersebut, Pokja MBG Jateng menyampaikan sejumlah usulan dan kendala pelaksanaan program. Salah satunya terkait usulan agar fungsi pengawasan program MBG dapat didelegasikan ke daerah guna memperlancar koordinasi.

Yasin juga menyoroti pentingnya pembinaan dan pengawasan terhadap keamanan pangan olahan siap saji, serta pentingnya Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) guna meningkatkan kewaspadaan dini terhadap potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan.

Menanggapi usulan tersebut, BGN menyampaikan apresiasi dan secara langsung memberikan tugas kepada Pokja MBG Jateng untuk mengoordinasikan pembangunan 105 SPPG baru, masing-masing tiga titik di 35 kabupaten/kota.

“Dalam satu minggu ke depan, kami akan mengajukan usulan tersebut. Kami juga akan menyampaikan kepada seluruh Bupati dan Wali Kota agar segera merealisasikan pembangunan tiga SPPG di wilayah masing-masing,” tegas Yasin.

Selain membangun unit baru, Pokja MBG Jateng juga akan membantu BGN dalam mendata dan menilai kelayakan SPPG yang telah beroperasi. Hal ini untuk memastikan bahwa seluruh dapur MBG berjalan sesuai standar.

Sebelumnya, Pokja MBG Jateng telah memetakan aset milik Pemerintah Provinsi yang dapat dimanfaatkan sebagai SPPG. Ditemukan 21 aset milik Pemprov dan 1 aset milik BUMD, yang terdiri dari 12 bangunan dan 7 bidang tanah.

Selain itu, terdapat 34 SMK dengan fasilitas tata boga/katering bersertifikat BPOM, serta tujuh satuan pendidikan yang masuk daftar usulan potensial sebagai lokasi dapur SPPG.

“Kami berharap pelaksanaan program MBG dapat berjalan lebih masif dan merata di seluruh wilayah Jawa Tengah,” pungkas Yasin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *