Menteri Wihaji Minta MBG untuk Ibu dan Balita Digencarkan
JAKARTA [BahteraJateng] – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ Kepala BKKBN, Wihaji mengharapkan, dukungan petugas agar distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, balita non-PAUD digencarkan.
Menteri Wihaji mengatakan saat menerima audiensi Wakil Walikota Mentro Lampung beserta jajaran di kantor Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN, Jakarta, Jumat (8/8).

“Kami mempunyai Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang akan bergerak, seperti dalam program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) berkaitan erat dengan MBG, yang tentunya membutuhkan dukungan pemda juga,” terang dia.
MBG, kata dia, merupakan program prioritas Presiden berkaitan erat dengan program Kemendukbangga/BKKBN. Kemendukbangga memiliki lima quick wins. Meliputi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan (GATI), Lansia Berdaya (Sidaya) dan AI SuperApps tentang keluarga.
“Program kami ini implementasinya di lapangan,” ujar Menteri Wihaji.
Diketahui, pelaksanaan program Percepatan Penurunan Stunting di lapangan didukung 600.000 kader dari 200.000 Tim Pendamping Keluarga (TPK), puluhan ribu Petugas Penyuluh Lapangan KB (PKB/PLKB) dan kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP).
Wakil Walikota Metro Lampung, Bambang Imam Santodo menyampaikan, perkembangan dan implementasi progam strategis Kemendukbangga/BKKBN di Kota Lampung. Program Genting sudah berjalan dari tahun 2024 dengan intervensi menyasar 241 anak asuh.
Untuk program Tamasya, Kota Metro Lampung memiliki delapan Tempat Penitipan Anak (TPA). Yang cukup aktif ada tujuh TPA dan sudah terdaftar pada dinas pendidikan.
“Program GATI melalui gerakan ayah mengantar anak ke sekolah cukup sukses. Kami sedang merancang dalam satu bulan ayah akan mengantar anak ke sekoah dan ayah akan mengambil raport anak, akan menjadi program walikota metro,” ujar Bambang.
Sementara untuk program Sidaya, Bambang mengatakan Lampung memiliki satu kecamatan yang mempunyai sekolah lansia unggulan. “Kami akan konsen di kecamatan dan kelurahan,” kata dia.

