Menteri Wihaji Pastikan Pelaksanaan MBG
BANDUNG [BahteraJateng]- Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai sasaran.
“MBG perlu dilakukan pengawasan ketat agar sampai kepada penerima manfaat,” kata dia saat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk Kelompok 3B (ibu hamil-bumil, ibu menyusui-busui, dan balita-non PAUD) di Kampung KB Camperenik, Kelurahan Isola, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (29/7).

Dia melanjutkan, hal ini guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia demi mewujudkan Indonesia Emas 2045 sesuai visi Presiden Prabowo Subianto.
“Jangan sampai MBG yang harusnya diperuntukkan bagi ibu hamil justru yang makan suaminya, atau yang untuk balita dimakan oleh ibunya,” kata dia.
Oleh sebab itu, kata dia, Tim Pendamping Keluarga (TPK) perlu memberikan edukasi jelas program ini adalah hak dari kelompok 3B.
Menurut Wihaji, data terbaru penerima MBG 3B di seluruh Indonesia saat ini sudah mencapai 2,6 persen dari target sekitar 9,1 juta penerima manfaat.
“Angka ini akan terus bertambah seiring program yang dijalankan dan koordinasi dengan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia. Jadi, sekarang peruntukan MBG bukan hanya untuk anak sekolah, tapi juga untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD,” tegasnya.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) IPeKB Indonesia, dan sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun ke-18 Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Indonesia.
Menteri Wihaji mengungkapkan, kunjungan ke Kampung KB Camperenik bertujuan memastikan program diperintahkan Presiden Prabowo Subianto terlaksana baik.
“Kira-kira begini, Pak Presiden memerintahkan kepada saya selaku pembantu Presiden, ‘Pak Wihaji, jangan banyak diskusi, jangan banyak lokakarya, jangan banyak seminar. Terjun ke lapangan, terjun ke lini lapangan, selesaikan masalah dan cek apakah program-program jalan atau tidak. Kalau enggak jalan, kenapa? Kalau sudah jalan, terus dikawal. Kira-kira begitu,” ujar Wihaji.
Menteri Wihaji juga menyapa para lansia tergabung dalam program Sidaya (Lansia Berdaya) serta para ayah yang tergabung dalam program GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia).
“Ke depan, saya akan mengusulkan akan ada kartu lansia yang membuat lansia dapat diskon ketika naik kereta, naik pesawat, belanja, dan diskon-diskon lainnya,” kata Wihaji.
Menteri Wihaji menutup Acara Mukernas (Musyawarah Kerja Nasional) IPeKB Indonesia. Di hadapan perwakilan Penyuluh KB/PLKB di masing-masing provinsi, Wihaji percaya dengan bantuan seluruh pihak, dalam mensukseskan Quick Wins Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), jajarannya bisa menuntaskan amanat yang telah dipercayakan oleh Presiden Subianto itu.
“Dengan bertransformasinya badan menjadi kementerian, tugas kita tidak hanya kependudukan dan keluarga berencana saja, tapi juga pembangunan keluarga yang kompleksitasnya lebih besar,” terang dia.
Dia berpesan kepada Penyuluh KB dan PLKB di lapangan untuk menyukseskan GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Selain itu, TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), SIDAYA (Lansia Berdaya) dan AI Super Apps.

