Wihaji
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, melakukan kunjungan kerja selama dua hari ke Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Senin (10/11).

Menteri Wihaji Silaturahmi dengan Tokoh Agama dan Masyarakat di Desa Caringin

GARUT[BahteraJateng] — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, melakukan kunjungan kerja selama dua hari ke Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Senin (10/11). Dalam agenda tersebut, ia bersilaturahmi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat di Desa Caringin, Kecamatan Caringin.

Kunjungan berlangsung di Pesantren Bairrul Walidaeni, yang sekaligus menjadi lokasi pengembangan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) Melati. Di hadapan masyarakat, Wihaji menegaskan bahwa keberadaan Kampung KB harus memiliki manfaat nyata dan tidak bersifat administratif semata.


Menurutnya, Kampung KB harus menjadi pusat integrasi berbagai program pembangunan keluarga, mulai dari pencegahan stunting, penguatan pengasuhan anak, hingga pemberdayaan masyarakat.

“Semangatnya adalah memastikan ada integrasi program supaya kampung benar-benar dapat mewujudkan keluarga yang sehat dan mandiri,” ujar Wihaji.

Ia menekankan pentingnya evaluasi langsung di lapangan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan. Dalam dialog bersama lurah, pengasuh pesantren, dan tokoh masyarakat, ditemukan sejumlah program yang saling mendukung, termasuk pengembangan sumber daya manusia.

Wihaji juga menyoroti kolaborasi pesantren dan pemerintah desa dalam pengembangan Kampung KB Melati, yang terintegrasi dengan inisiatif pemberdayaan seperti program Koperasi Merah Putih. Ia menyebut pendekatan integratif penting agar pembangunan keluarga tidak berjalan sektoral.

Saat berdialog dengan calon pengantin, orang tua balita, dan pelajar, Wihaji menegaskan pentingnya pembangunan SDM sejak usia dini untuk menjawab tantangan bonus demografi.

“Setiap tahap kehidupan harus dipersiapkan agar siap menghadapi masa depan. Ini juga menjadi pesan Presiden kepada saya tentang pentingnya stabilitas demografi,” katanya.

Kegiatan ditutup dengan ramah tamah bersama tokoh masyarakat dan pengasuh pesantren. Wihaji berharap Kampung KB Melati dapat menjadi contoh praktik baik sinergi pemerintah, pesantren, dan masyarakat dalam membangun keluarga berkualitas.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *