Muhammad Rizal Firdaus Jadi Wisudawan Terbaik UIN Walisongo, Berbekal Jual Motor Orang Tua
SEMARANG[BahteraJateng] — Muhammad Rizal Firdaus menjadi salah satu sosok yang mencuri perhatian dalam Wisuda Program Doktor (S3) ke-43, Magister (S2) ke-68, dan Sarjana (S1) ke-101 UIN Walisongo Semarang Periode Agustus 2026 pada Sabtu (22/8).
Mahasiswa asal Kepulauan Bangka Belitung itu berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,97. Pencapaian tersebut diraih di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.

Rizal merupakan anak dari ayah yang bekerja sebagai pedagang roti keliling dan ibu rumah tangga. Ayahnya merupakan lulusan SMP, sedangkan ibunya tidak tamat SD. Ia juga tercatat sebagai sarjana pertama di keluarga besarnya.
Perjuangan Rizal melanjutkan pendidikan di UIN Walisongo bermula ketika dirinya dinyatakan lolos UMPTKIN. Untuk membiayai UKT awal sebesar Rp3.780.000 sekaligus ongkos keberangkatannya ke Semarang, orang tua Rizal rela menjual satu-satunya sepeda motor yang mereka miliki.

“Rasa khawatir sempat ada, apakah orang tua sanggup menguliahkan saya. Bahkan saya sempat ingin berhenti di tengah jalan karena tak tega melihat kondisi orang tua yang makin sepuh bekerja keras,” kata Rizal.
Namun, kedua orang tuanya tetap meminta Rizal menyelesaikan kuliahnya.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, Rizal mengajar mengaji mulai dari Iqra hingga Al-Qur’an. Ia juga sejak SMP telah terbiasa berjualan roti keliling. Beberapa kali gagal memperoleh beasiswa, Rizal akhirnya mendapatkan Beasiswa Pemerintah Provinsi selama satu tahun di pertengahan masa studinya.
Keterbatasan ekonomi tidak menghambat prestasi akademiknya. Rizal berhasil mempublikasikan sekitar enam artikel ilmiah pada jurnal terakreditasi Sinta 5 dan 6 serta jurnal yang terindeks International Copernicus.
Ia juga aktif dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), mulai tingkat kota hingga MTQ Nasional di UNNES.
Prestasinya dilengkapi skripsi berjudul “Fenomena Cerai Gugat oleh Istri sebagai Aparatur Sipil Negara Perspektif Pemberdayaan Perempuan Naila Kabeer (Studi Kasus di Pengadilan Agama Semarang)”.
Melalui penelitian tersebut, Rizal mengintegrasikan Hukum Keluarga Islam, khususnya Maqasid al-Shariah, dengan teori sosiologi modern sebagai penerapan paradigma Unity of Sciences UIN Walisongo.
Bagi Rizal, predikat wisudawan terbaik bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga berpesan kepada mahasiswa agar tidak terjebak mengejar banyak organisasi hanya demi terlihat berpengalaman.
“Fokuslah pada kualitas, kelola skala prioritas, dan hargai proses belajarmu sendiri. Kita tidak harus mengekor standar orang lain untuk bisa berdampak,” ujarnya.

