Yuda Agustian
Yuda Agustian, Wisudawan Terbaik Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo Semarang.(Dok. UIN Walisongo)

Dari Bersihkan Rumah Dosen hingga Barista, Yuda Agustian Jadi Wisudawan Terbaik UIN Walisongo

SEMARANG[BahteraJateng] — Yuda Agustian berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo Semarang dengan IPK 3,94. Prestasi itu diraih setelah mahasiswa asal pelosok Tasikmalaya, Jawa Barat, tersebut melewati perjuangan panjang untuk membiayai kuliahnya secara mandiri.

Yuda menjadi salah satu wisudawan yang kisah perjuangannya disampaikan dalam Wisuda Program Doktor (S3) ke-43, Magister (S2) ke-68, dan Sarjana (S1) ke-101 UIN Walisongo Semarang di Auditorium Kampus 3 pada Sabtu (22/8).


Yuda tumbuh bersama kakek dan neneknya. Kedua orang tuanya bekerja sebagai buruh lepas dan petani dengan latar belakang pendidikan sekolah dasar.

Keterbatasan ekonomi membuat Yuda memutuskan merantau ke Semarang dan membiayai sendiri kebutuhan pendidikannya di Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI).


Pada semester awal, Yuda bahkan sempat tidak aktif kuliah selama satu semester karena harus bekerja penuh waktu di toko ritel untuk mengumpulkan modal melanjutkan studi.

Selama kuliah, berbagai pekerjaan dilakoninya. Ia pernah menjadi instruktur Pramuka di SDN Wonosari 03 selama 2,5 tahun, barista kedai kopi, tentor bimbingan belajar, kurir antar-jemput, hingga membantu membersihkan rumah dosen.

“Bagi saya, keterbatasan bukan penghalang untuk berkembang, melainkan ruang belajar yang membentuk saya menjadi pribadi yang lebih tangguh,” kata Yuda.

Perjuangan tersebut mendapat dukungan sejumlah pihak. Yuda memperoleh bantuan beasiswa UKT selama empat semester dari dosennya, Syaiful Bakhri, serta dukungan moral dari Baqiyatush Sholihah. Ia juga mendapat pendampingan dari Wasis dan Karni yang dianggapnya sebagai orang tua kedua selama berada di Semarang.

Di tengah kesibukan bekerja, Yuda tetap mencatatkan sejumlah prestasi. Ia meraih Sertifikasi Profesi BNSP bidang Social Media Marketing dari Kemenpora RI pada 2025, Juara 3 Lomba Video Kreatif Nasional Perpustakaan UIN Walisongo 2024, serta pernah menjadi Duta Hukum dan HAM Jawa Barat.

Yuda juga aktif sebagai volunteer International Office UIN Walisongo selama dua tahun.

Prestasi akademiknya ditutup melalui skripsi berjudul “Transformational Leadership and Quality Culture Formation at Miftahul Akhlaqiyah Islamic Elementary School Semarang”.

Melalui penelitian tersebut, Yuda mengintegrasikan paradigma Unity of Sciences dengan kajian kepemimpinan transformasional dan budaya mutu pendidikan.

Menariknya, Yuda mengaku tidak pernah menargetkan diri menjadi wisudawan terbaik. Keinginannya saat itu hanya membawa kedua orang tuanya menyaksikan langsung kelulusannya di kampus.

Setelah lulus, Yuda berencana bekerja dan mengumpulkan modal sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang magister.

Ia berpesan kepada mahasiswa agar tidak mudah menyerah meski menghadapi keterbatasan.

“Jangan mudah menyerah. Apa pun keadaannya, pasti ada jalannya. Ketika kita berusaha, Allah pasti akan memberikan jalan dari arah yang tidak disangka-sangka. Tugas kita hanyalah berusaha semaksimal mungkin disertai doa yang kuat,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *