Meriahnya Agustusan di RW 03 Bringin Ngaliyan, Warga Rayakan HUT RI ke-81 Tanpa Iuran Wajib
SEMARANG[BahteraJateng] — Perayaan agustusan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81 di RW 03 Kelurahan Bringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, berlangsung meriah dan guyub.
Ratusan warga dari dua perumahan yaitu Pandana Merdeka dan Ngaliyan Asri yang terdiri dari 11 RT mengikuti Jalan Sehat Bareng dan berbagai lomba Agustusan pada Minggu (23/8).
Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan tersebut digelar tanpa memberlakukan iuran wajib kepada warga. Panitia mengandalkan dukungan sukarela dari warga, bantuan RW, donatur, serta sponsor untuk memenuhi kebutuhan acara.
Ketua panitia Agustusan sekaligus Ketua Karang Taruna RW 03, Mohammad Luqman Josse, mengatakan panitia membuka kesempatan bagi warga maupun pihak lain yang ingin memberikan dukungan secara sukarela.
“Kalau iuran wajib sih tidak ada. Jadi kami meminta bantuan seikhlasnya,” kata Luqman kepada BahteraJateng.
Ia menjelaskan, bantuan warga juga diberikan secara selektif dengan berkoordinasi bersama pengurus RT. Hal itu dilakukan untuk mengetahui warga yang memiliki kemampuan lebih untuk memberikan dukungan.
“Dari warga pun tidak semuanya. Kita juga dapat list warga yang sekiranya ada rezeki lebih. Listnya dari Pak RT karena biasanya Pak RT lebih mengetahui kondisi warganya,” ujarnya.
Selain warga, panitia juga memperoleh dukungan dari sejumlah donatur dan sponsor. Bantuan yang diberikan beragam, mulai dari produk untuk kebutuhan kegiatan hingga dukungan berupa uang tunai.
Meski tanpa iuran wajib, rangkaian perayaan tetap berlangsung semarak. Panitia menyiapkan sembilan perlombaan yang terdiri dari lima lomba anak-anak dan empat lomba dewasa.
Untuk kategori dewasa, di antaranya digelar futsal sarung, voli sarung, badminton sarung, serta lomba spontan estafet nyumpit pilus.
Puluhan UMKM setempat turut ambil bagian dengan menjajakan berbagai produk. Koperasi Merah Putih Beringin juga ikut meramaikan kegiatan dengan menyediakan kebutuhan pokok, di antaranya beras SPHP 5 kilogram seharga Rp60.000, Minyakita Rp17.500, dan gula 1 kilogram Rp17.500.
Salahsatu pemilik UMKM, Desi, warga RT 06 mengaku senang dengan kegiatan agustusan dan antusiasme warga nglarisi UMKM.
“Alhamdulillah rame mas, dapat omzet 1 juta. Banyak sedikit harus disyukuri. Kata mama harus sabar,” katanya sambil tersenyum.
Puncak malam perayaan juga akan dimeriahkan pentas kreasi dari 11 RT. Setiap RT diberikan ruang untuk menampilkan kreativitas, mulai dari menyanyi, menari, senam hingga dance.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan guest star dari band J Plus.
Luqman menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga, donatur, sponsor, dan berbagai pihak yang mendukung kegiatan tersebut sehingga perayaan HUT RI ke-81 dapat berlangsung tanpa membebani masyarakat melalui pungutan wajib.
“Terimakasih kepada warga, para donatur, sponsor, yaitu CV. Delta Bangun Persada, WITS, Koko Ion Drink, Amalia Catering, Cheers, Suzuki BSB, Erafone, PT. Phapros, Suwiwi Celup, McD, Brilliant Glassware, Istana Ban, Tahu Bakso Bu Katon,
PT Warna Lantai Indonesia, Toko Sembako Ali, Toko Sendiko Accu, SPBU Silayur, Wingko Babat Cap Mobil Antik, Padang Sekawan, Kwarcab Kota Semarang, Koperasi Kedung Arto, Fauziyah tour, dan bapak Coniyanto,” ungkap Luqman.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman, mengapresiasi antusiasme warga dalam merayakan HUT Kemerdekaan RI.
Ia mendorong agar tradisi Agustusan di lingkungan masyarakat terus dipertahankan dan tidak sampai berhenti.
“Pesan buat seluruh masyarakat tentunya kegiatan Agustusan seperti ini tidak boleh mati suri karena ini dijadikan kewajiban, tradisi dan budaya,” kata Kadar Lusman, yang akrab disapa Pilus.
Menurutnya, antusiasme warga dalam berbagai kegiatan Agustusan menjadi bentuk kebersamaan sekaligus rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia.
“Alhamdulillah masyarakat semuanya antusias. Tahun ini top markotop,” ujarnya.
Ia berharap semangat tersebut terus dijaga dan menjadi momentum untuk memperkuat gotong royong serta kebersamaan masyarakat di lingkungan masing-masing.


