Ratusan Guru PAUD Jateng Ikuti Pelatihan Robotik dan Coding, Nawal Yasin Tekankan Tiga Kompetensi
SALATIGA[BahteraJateng] — Ratusan guru PAUD di Jawa Tengah mengikuti Pelatihan Robotik dan Coding bagi Tenaga Pendidik PAUD Berbasis STEAM di Kota Salatiga pada Senin (5/10).
Pelatihan tersebut membekali pendidik dengan kemampuan teknologi, termasuk penggunaan dasar kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pembelajaran.
Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menekankan tiga hal yang perlu diperkuat dalam penerapan teknologi AI di dunia pendidikan, yakni daya kritis, etika, dan kreativitas.
Nawal mengatakan, perkembangan teknologi harus diimbangi pendampingan yang tepat agar anak tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk mengembangkan kemampuan berpikir.
“Di tengah disrupsi teknologi yang luar biasa saat ini, kami mengajak pendidik untuk mendampingi anak-anak, bagaimana teknologi ini sebagai perantara untuk bisa meningkatkan daya kritisnya,” ujarnya.
Menurut Nawal, kemampuan berpikir kritis perlu dikenalkan sejak dini, termasuk membiasakan anak membedakan informasi penting dan tidak penting serta mengenali informasi yang benar, hoaks, dan sumber kredibel.
Selain itu, anak perlu dibiasakan menerapkan etika dalam menggunakan teknologi, termasuk menghargai karya dan mencantumkan sumber informasi. Teknologi juga harus diarahkan untuk mendorong kreativitas dan menghasilkan karya, bukan sekadar konsumsi konten.
“Adaptasi dan integrasi teknologi dalam pendidikan bukan lagi bersifat pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan kita bersama,” katanya.
Pelatihan tersebut juga mendukung program PAUD Emas berbasis masyarakat. Nawal menyebut APK anak usia 0-6 tahun yang belajar di PAUD Jateng baru mencapai 48,61 persen.
Pemprov Jateng tengah menyiapkan modul PAUD Emas dengan melibatkan 49.149 lembaga Posyandu untuk membuka layanan pendidikan anak usia dini.(sun)

