|

Pawai Sepeda Hias, KKN Posko 98 Semarakkan Semangat Kemerdekaan Bersama TPQ Bustanul Quran

DEMAK[BahteraJateng] — Mahasiswa KKN MIT-22 Posko 98 UIN Walisongo Semarang turut serta dalam pawai sepeda hias bersama TPQ Bustanul Quran Desa Turitempel, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, pada Minggu pagi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan sekaligus sarana menumbuhkan semangat nasionalisme dan kebersamaan melalui kegiatan yang melibatkan anak-anak dan masyarakat Desa Turitempel.

Kegiatan diawali dengan seremonial pembukaan dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu-lagu nasional. Setelah itu, para peserta mengikuti pawai sepeda hias dengan mengelilingi wilayah Desa Turitempel. Pawai dimulai dan berakhir di TPQ Bustanul Quran dengan menampilkan beragam kreativitas hiasan sepeda yang dibuat oleh para peserta.


Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Mahasiswa KKN Posko 98, Naela Zohani, mengatakan, “Adik-adik sangat bersemangat dan hiasan yang dipasang di sepeda mereka juga sangat kreatif.”

Selain pawai, panitia juga mengadakan pengundian kupon hadiah bagi peserta. Peserta dengan hiasan sepeda terbaik turut mendapatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan partisipasi mereka dalam kegiatan.


Kepala TPQ Bustanul Quran, Susilo, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi anak-anak, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan nilai-nilai perjuangan. “Meskipun kita lembaga yang berbasis keagamaan, kami juga ingin mengenalkan semangat perjuangan yang sudah dilakukan oleh moyang kita,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Ini juga bentuk rasa syukur kita, karena berkat para pahlawan terdahulu kita, kita bisa belajar dengan tenang hingga sekarang.”

Kegiatan pawai sepeda hias tersebut berlangsung meriah dengan keterlibatan mahasiswa KKN, pengelola TPQ, serta anak-anak peserta. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dan masyarakat Desa Turitempel sekaligus menghadirkan kegiatan edukatif dan menyenangkan yang menanamkan semangat nasionalisme sejak dini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *