Pembukaan PBAK 2026 UIN Walisongo
Pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 di kampus UIN Walisongo Semarang, Senin (18/8).(Dok. UIN Walisongo)

Buka PBAK 2026, Rektor UIN Walisongo Ajak Mahasiswa Baru Jadi Global Student dan Berakhlak Islami

SEMARANG[BahteraJateng] – Rektor UIN Walisongo Semarang Prof. Musahadi, mengajak 4.623 mahasiswa baru angkatan 2026 untuk menjadi generasi unggul yang mampu berkompetisi di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai akhlak Islami.

Pesan itu disampaikannya saat membuka Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 di kampus UIN Walisongo Semarang pada Senin (18/8).


Dalam sambutannya, Prof. Musahadi menyampaikan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru yang resmi menjadi bagian dari keluarga besar UIN Walisongo Semarang.

Ia menegaskan bahwa para mahasiswa memiliki tanggung jawab bersama untuk mewujudkan visi kampus sebagai Leading Islamic Research University based on Unity of Sciences for Humanity and Civilization in 2038.


“Saudara-saudara memiliki komitmen dan tanggung jawab untuk mewujudkan visi tersebut secara bersama-sama, kolaboratif, dan bersinergi,” ujarnya.

Rektor juga mengingatkan bahwa kesempatan menempuh pendidikan tinggi merupakan anugerah yang tidak dapat dirasakan seluruh pemuda Indonesia. Karena itu, mahasiswa diminta memanfaatkan masa studi dengan sebaik-baiknya untuk mengembangkan kapasitas akademik dan karakter.

Menurutnya, mahasiswa perlu aktif memanfaatkan berbagai fasilitas dan kesempatan yang tersedia di kampus, mulai dari berinteraksi dengan dosen dan guru besar, mengikuti diskusi ilmiah, konferensi nasional maupun internasional, hingga terlibat dalam organisasi kemahasiswaan.

Prof. Musahadi turut menyoroti keberagaman latar belakang mahasiswa baru yang berasal dari berbagai daerah, budaya, dan kondisi sosial ekonomi. Ia berharap keberagaman tersebut menjadi kekuatan untuk saling mengenal, belajar, memahami, dan bekerja sama dalam meraih prestasi.

Lebih lanjut, ia mendorong mahasiswa agar memiliki wawasan global di era digital. Menurutnya, mahasiswa UIN Walisongo tidak boleh hanya berpikir dalam lingkup lokal, tetapi harus mampu membangun jejaring dan bersaing di tingkat internasional.

“Di era revolusi digital ini, saudara-saudara harus meneguhkan diri menjadi global student, menjadi mahasiswa dunia,” tegasnya.

Menutup arahannya, Prof. Musahadi berpesan agar seluruh mahasiswa baru menjaga nama baik almamater UIN Walisongo, menjunjung tinggi akhlak Islami selama menuntut ilmu, serta menjaga nama baik keluarga sebagai bekal meraih kesuksesan di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *