|

Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 97 Semarakkan Dzikir dan Doa Bersama dalam Peringatan HUT ke-81 RI

DEMAK[BahteraJateng] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 97 Desa Bumiharjo turut menyukseskan kegiatan Dzikir, Doa Bersama, dan Maulidur Rasul dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, bersama Nahdlatul Ulama (NU) dan seluruh badan otonom (Banom) Ranting Bumiharjo serta Pemerintah Desa Bumiharjo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 16 Agustus 2026, pukul 20.00–23.00 WIB tersebut diikuti oleh masyarakat Desa Bumiharjo dari berbagai kalangan. Kegiatan berlangsung khidmat, meriah, dan penuh kebersamaan sebagai wujud rasa syukur atas kemerdekaan sekaligus sarana memperkuat nilai keagamaan dan persatuan masyarakat.


Rangkaian kegiatan mengusung semangat “81 Tahun Indonesia: Bersatu dalam Doa, Berjaya dalam Karya!”. Semangat tersebut menjadi pesan utama yang menghubungkan peringatan kemerdekaan dengan tradisi keagamaan dan kehidupan sosial masyarakat. Sebagaimana disampaikan dalam susunan acara, kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum mengenang kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memanjatkan doa bagi keselamatan bangsa dan mempererat ukhuwah masyarakat Bumiharjo.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan tilawatil Qur’an oleh Ustadz Abdul Jabar. Setelah itu, jamaah bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, Subanul Wathon, dan Mahalul Qiyam. Nuansa kebangsaan dan keagamaan kemudian semakin terasa melalui rangkaian istighosah, dzikir, tahlil, dan doa yang dipimpin oleh KH Masrohan dan KH Sa’dullah.


Ketua NU Ranting Bumiharjo, KH Mukhsin Abdurrahman, menjadi tokoh pertama yang menyampaikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Setelahnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Bumiharjo, Bapak Dhikron. Penempatan kedua tokoh tersebut dalam rangkaian sambutan menunjukkan kuatnya sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintahan desa dalam menggerakkan kegiatan kemasyarakatan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Bumiharjo, Bapak Dhikron, menekankan pentingnya kebersamaan masyarakat dalam menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan desa.
“Peringatan kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga bagaimana kita sebagai masyarakat meneruskan perjuangan tersebut dengan menjaga persatuan, kerukunan, dan ikut berkontribusi membangun desa.” ujarnya.

Sementara itu, Ketua NU Ranting Bumiharjo, KH Mukhsin Abdurrahman, mengajak masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai kesempatan untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT sekaligus menjaga ukhuwah di tengah masyarakat.

“Kemerdekaan yang kita rasakan hari ini patut kita syukuri. Salah satu bentuk syukur adalah dengan memperbanyak doa, dzikir, shalawat, serta menjaga persaudaraan dan kerukunan di antara masyarakat.” ungkapnya

Kehadiran mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 97 menjadi bagian dari keterlibatan mahasiswa dalam kehidupan sosial-keagamaan masyarakat Desa Bumiharjo. Mahasiswa turut membantu mendukung pelaksanaan kegiatan agar rangkaian acara dapat berjalan dengan tertib dan lancar.

Bagi mahasiswa KKN, keterlibatan tersebut menjadi kesempatan untuk belajar secara langsung mengenai kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam membangun sinergi dengan pemerintah desa, organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Koordinator KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 97menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian sekaligus upaya membangun hubungan yang baik dengan masyarakat.
“Kami bersyukur dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan dzikir, doa bersama, dan Maulidur Rasul ini. Bagi kami, kegiatan seperti ini bukan hanya bagian dari program KKN, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, berbaur, dan berkontribusi bersama masyarakat Desa Bumiharjo,” katanya

Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan istirahat yang diiringi lantunan syair sholawat oleh Grup Rebana Muslimat. Suasana kemudian kembali khidmat ketika acara memasuki agenda utama, yakni Mauidzoh Hasanah dan doa penutup yang disampaikan oleh KH Abdus Syakur.

Melalui tausiyah tersebut, jamaah diajak memaknai kemerdekaan tidak hanya sebagai kebebasan dari penjajahan, tetapi juga sebagai amanah untuk menjaga persatuan, meningkatkan ketakwaan, dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan lingkungan sekitar.

Seluruh rangkaian acara berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 WIB dan ditutup dengan pembacaan hamdalah bersama. Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, termasuk masyarakat Desa Bumiharjo yang hadir dan mengikuti acara hingga selesai.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan melalui perpaduan antara nasionalisme, religiusitas, dan kebersamaan masyarakat. Melalui dzikir, doa, sholawat, dan kebersamaan, masyarakat Bumiharjo bersama NU, pemerintah desa, dan mahasiswa KKN meneguhkan kembali semangat untuk menjaga persatuan serta mengisi kemerdekaan dengan karya yang bermanfaat.

“81 Tahun Indonesia: Bersatu dalam Doa, Berjaya dalam Karya!” menjadi pesan yang tidak hanya digaungkan sepanjang acara, tetapi juga menjadi refleksi bersama untuk terus merawat persaudaraan dan berkontribusi bagi kemajuan Desa Bumiharjo serta Indonesia.

Sumbwe : Ahmad Munif Tim Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 97 Desa Bumiharjo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *