Kenali Dunia Digital dengan Bijak, Mahasiswa KKN Berikan Edukasi kepada Siswa SMPN 01 Banyubiru
UNGARAN[BahteraJateng] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang dan KKN UIN Saizu Purwokerto menggelar edukasi literasi digital bagi siswa SMPN 01 Banyubiru, Kabupaten Semarang, sebagai upaya meningkatkan pemahaman siswa dalam menggunakan teknologi dan media digital secara aman, bijak, dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membekali siswa agar mampu menghadapi berbagai tantangan di ruang digital dengan membahas sejumlah materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, meliputi keamanan online, etika bermedia sosial, literasi media, dan jejak digital. Penyampaian materi dikemas secara interaktif dengan bahasa yang sederhana serta melibatkan siswa dalam diskusi dan tanya jawab.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Siswa aktif merespons pertanyaan dan mengikuti pembelajaran, terutama ketika diajak membahas berbagai situasi yang mereka temui saat menggunakan internet dan media sosial. Interaksi tersebut membuat materi literasi digital lebih dekat dengan pengalaman siswa dalam kehidupan sehari-hari.
“Kegiatannya sangat seru, anak-anak juga antusias mengikuti setiap rangkaian pembelajaran. Saya berharap ke depannya anak-anak semakin peduli terhadap literasi digital,” ujar Yuha Fathiyyah, Koordinator Divisi Pendidikan Keagamaan.
Kegiatan tersebut juga mendapat respons positif dari pihak sekolah. Bagi mahasiswa KKN, keterlibatan secara langsung dalam proses pembelajaran menjadi kesempatan untuk mengembangkan pengalaman di bidang pendidikan sekaligus menerapkan pengetahuan yang dimiliki di tengah masyarakat.
“Pihak sekolah selalu memberikan ruang supaya mahasiswa bisa berkembang di dunia pendidikan. Saya juga berharap mahasiswa lebih mendalami segalanya, tidak hanya ilmu, namun juga adab yang bisa dibawa ke masyarakat,” ujar Agnes Yeniastuti Catur Nugraheni, salah seorang guru SMPN 01 Banyubiru.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap siswa dapat lebih kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi, memahami dampak dari aktivitas di ruang digital, serta menerapkan etika dalam berkomunikasi. Literasi digital diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi dapat diterapkan siswa dalam aktivitas digital sehari-hari.
Sumber : Ummi Zakiyya Fakhira (Anggota Divisi Pendidikan dan Keagamaan KKN UIN Walisongo Semarang)

