Musim Tanam 2025 Perhutani Jateng Tanam Tiga Juta Plances Pohon Hutan
SEMARANG[BahteraJateng] – Selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan tugas khusus menjaga kelestarian hutan dan menghasilkan pendapatan finansial, Perusahaan Kehutanan Negara Republik Indonesia (Perum Perhutani) selalu melaksanakan pekerjaan peremajaan tanaman kehutanan untuk menggantikan pepohonan yang telah ditebang guna dipetik kayunya.
Untuk itu di setiap tahun kerja ada dua pekerjaan pokok Perum Perhutani yang dikenal dengan istilah musim Musim Tebang dan Musim Tanam. Dalam periode bulan-bulan basah, kurun waktu bulan Oktober sampai dengan kalender tutup tahun akhir Desember, itulah lazim berlangsung Musim tanam.

Sebagai penanda pelaksanaan agenda kerja tanaman Tahun 2025, Perum Perhutani Divisi Regional (Divre) Jawa Tengah (Jateng) pada hari Selasa (9/12) menggelar acara bertajuk Ground Breaking Tanaman 2025 di kawasan hutannya di petak nomor 120 D RPH (Resor Pemangkuan Hutan) Bengkah, BKPH (Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan) Jembolo Utara, KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) Semarang.
Disana berkumpul segenap jajaran pejabat Perum Perhutani Divre Jateng, ialah Kepala Divre dan Wakadivre, Kepala Departemen Produksi Sumberdaya hutan, Kepala Departemen Perencanaan Hutan, para Kepala Perencanaan Hutan Wilayah (KPHW) dan segenap Administratur/ Kepala KPH Perum Perhutani beserta segenap General Manajer (GM) Pemasaran Hasil Hutan.

Kadivre Asep Dedi Mulyadi, mengemukakan, acara “Ground Breaking Tanaman” atau yang sebelumnya dikenal sebagai “Job Training Tanaman” ini adalah suatu penanda kesungguhan kami, segenap jajaran Perhutani Jawa Tengah, dalam melakukan tanaman kembali atas setiap pohon hutan yang telah ditebang dan dimanfaatkan kayu-kayunya.
“Oleh karena itu sekembalinya di daerah kerja masing-masing nanti, kepada segenap Administratur beserta seluruh jajarannya, untuk kemudian secepatnya menunaikan pekerjaan tanamannya,” pintanya.
Selanjutnya Asep juga menekankan pentingnya agar semua tanaman itu dirawat dan dipelihara sampai tumbuh besar sehingga kelak dapat ditebang dan dimanfaatkan kayunya bagi kelangsungan hidup Perum Perhutani.
Luas Tanaman 2365 Hektar
Kepala Departemen Produksi dan SDH Perum Perhutani Divre Jateng, Didit WH melaporkan bahwa pekerjaan tanaman pada tahun ini mencakup kawasan hutan Perhutani seluas 2.365 (dua ribu tiga ratus enam puluh lima) untuk 20 daerah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) di Jateng.
Cakupan luasan itu sesuai RKAP Prioritas dari sekitar 6000 hektar luasan lahan yang seharusnya perlu segera ditanami kembali., Ungkap Didit. Ia mengatakan, skala Prioritas tersebut terpaksa dilakukan karena kendala efisiensi biaya yang hanya mampu buat pengadaan sejumlah 3.187.127 (tiga juta seratus delapan puluh tujuh seratus dua puluh tujuh) plances bibit tanaman JPP, Pinus, Mahoni, Damar dan jenis rimba lain.
Sementara itu, sehubungan keterbatasan biaya pembuatan plances bibit tanaman, pihak Departemen Perencanaan Perhutani Jateng sudah mengajukan usulan pekerjaan tanaman dengan pemakaian biji pohon jati secara langsung. Ini memang cara lama para pendahulu kami dulu bertanam jati, tukas Kepala Departemen Perencanaan Hutan Perhutani.(Sugayo Jawama)

