| |

“My Day, My Rights”: Ratusan Anak Jawa Tengah Ambil Alih KEK Batang, Tegaskan Hak Partisipasi”

BATANG[BahteraJateng] – Ratusan anak dari 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah membanjiri Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang hari ini, merayakan Festival Anak Kecamatan Berdaya sebagai puncak Peringatan Hari Anak Sedunia (World Children’s Day/WCD) 2025 tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Mengusung tema global “My Day, My Rights” (Hari Ini, Hakku), acara ini menjadi penegasan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam membangun ekosistem perlindungan dan pemenuhan hak anak yang berpusat di tingkat kecamatan.

​Acara yang diikuti sekitar 500 peserta, termasuk perwakilan anak dari Provinsi Jawa Timur, DIY, Jawa Barat, Jakarta, dan Bali, ini merupakan hasil kolaborasi Dinas Perempuan dan Anak Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Batang, dan UNICEF Indonesia.

​🏘️ Kecamatan Berdaya: Strategi Jateng Membumikan Perlindungan Anak

​Festival Anak Kecamatan Berdaya menandai upaya Jawa Tengah untuk memastikan hak-hak anak tidak berhenti di tingkat regulasi, melainkan diimplementasikan secara nyata di tingkat kecamatan.

​Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadikan kecamatan sebagai simpul strategis, tempat di mana persoalan anak terjadi dan solusi harus dihadirkan dengan cepat. Pendekatan ini diperkuat melalui pembentukan Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA) di kecamatan.

​RPPA berperan sebagai garda terdepan layanan pengaduan, pemulihan kasus kekerasan, serta pusat sinergi layanan lintas sektor. Forum Anak di tingkat kecamatan juga diaktifkan sebagai mitra pemerintah yang menjalankan peran 2P (Pelopor dan Pelapor), menjaring aspirasi, dan mengedukasi teman sebaya.

​”Melalui program unggulan Kecamatan Berdaya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan bahwa pemenuhan hak anak tidak cukup berhenti pada regulasi,” tulis rilis resmi penyelenggara.

​🏭 Anak-anak Ambil Alih: Kids Take Over di Kawasan Industri

​Yang membuat festival ini berbeda adalah peran anak yang diangkat sebagai penggerak, perancang, sekaligus pemberi rekomendasi kebijakan. Festival ini bukan sekadar panggung hiburan, melainkan wujud nyata perubahan paradigma: “Anak bukan lagi obyek program, melainkan mitra pembangunan.”

​Rangkaian peringatan WCD ini juga ditandai dengan kesuksesan kegiatan Kids Take Over (KTO) Jawa Tengah, di mana lebih dari 120 anak mengambil alih peran strategis di lingkungan industri dan pemerintahan di KEK Industropolis Batang. Anak-anak menjajal langsung peran manajer, analis keselamatan, tim komunikasi, hingga peran pengambil keputusan di Pemprov Jawa Tengah dan sektor industri.

​Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menyampaikan apresiasinya terhadap rekomendasi yang dihasilkan anak-anak dalam KTO.

​“Anak-anak menunjukkan kedewasaan dan keberanian luar biasa dalam menyampaikan gagasan,” ujar Taj Yasin. “Rekomendasi anak Jawa Tengah ini bukan sekadar simbolis, tetapi menjadi masukan penting bagi kebijakan ramah anak, termasuk kawasan industri ramah anak di Indonesia.”

​🎙️ Suara Anak Harus Didengarkan

​Festival ini juga menjadi ruang bagi Forum Anak Kecamatan untuk menampilkan inovasi kegiatan, kampanye pencegahan kekerasan, dan stand kreativitas. Mereka adalah wajah dari partisipasi anak yang bermakna.

​Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah selaku Bunda Forum Anak Jawa Tengah menekankan pentingnya mendengarkan suara anak.

​“Mereka bukan sekadar hadir untuk bermain, tetapi untuk menyampaikan pandangan dan mimpi mereka. Suara anak harus didengarkan karena mereka yang paling tahu seperti apa lingkungan aman yang mereka butuhkan,” tegasnya saat menyapa peserta.

​Ia menambahkan, keluarga dan kecamatan harus menjadi ruang pertama yang aman bagi anak untuk berpendapat, bermimpi, dan berkembang.

​Dinas Perempuan dan Anak Provinsi Jawa Tengah menambahkan bahwa Festival ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan kecamatan menjadi ruang yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak.

​“Ketika anak-anak bahagia, merasa aman, dan dihargai suaranya, maka kecamatan menjadi berdaya. Dan ketika kecamatan berdaya, Jawa Tengah pun menjadi lebih kuat,” tutup Dinas Perempuan dan Anak Provinsi Jawa Tengah.

​Melalui model Kecamatan Berdaya, Pemprov memastikan akses layanan perlindungan anak lebih dekat dan responsif, RPPA Kecamatan bekerja sebagai pusat koordinasi, dan Forum Anak dilibatkan dalam proses perencanaan wilayah, yang semuanya bertujuan menuju Ekosistem Perlindungan Anak Berbasis Kecamatan yang kuat di Jawa Tengah. (sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *