Produk UMKM dari Jakarta mengangkat makanan asli Betawi yang mulai punah. Foto Shopee
| |

Oleh-oleh Jakarta Mpok Mumun Lestarikan Resep Warisan Leluhur

JAKARTA [BahteraJateng]- Di balik produk UMKM tersimpan cerita terkait tradisi, identitas dan cinta terhadap tempat kelahiran. Seperti Mpok Mumun, mengembangkan usaha oleh-oleh cita rasa Betawi di usia tak lagi muda.

Owner Oleh-Oleh Jakarta Mpok Mumun, Mpok Mumun mengungkapkan, bisnis ini lahir dari pengamatan dan cerita anak bekerja di industri penerbangan.


“Setiap kali dia bepergian ke luar kota maupun luar negeri, teman-temannya selalu bertanya, ‘Ada oleh-oleh khas Jakarta nggak, sih?’ Kalau dari Jakarta oleh-olehnya apa ya? Nah, dari situ saya mulai berpikir, kayaknya ini bisa jadi peluang menarik,” kata dia, Jumat (27/6).

Gagasan pemikiran sebagai pemacu semangat melestarikan kekayaan kuliner Betawi dan warisan leluhurnya. Kali ini camilan dengan kemasan dan merambah dunia digital.



Mpok Mumun memulai usaha sejak 2022 dan masih terus eksis dan mendapatkan tempat di hati banyak orang. Pelanggannya mulai dari kalangan pejabat, karyawan swasta hingga masyarakat umum ingin membawa pulang cita rasa Jakarta untuk keluarga di kota tujuan.

Perjalanan bisnis memang tidak selalu mulus, tantangan terbesar datang dari keterbatasan modal. Meski begitu, Mpok Mumun membangun usaha ini murni dari tabungan pribadi tanpa dukungan pinjaman perbankan maupun pihak ketiga.

Apalagi ini merupakan usaha ketiga, setelah dua usaha sebelumnya mengalami kegagalan dan penurunan omzet signifikan. Belajar dari pengalaman, Mpok Mumun merintis usaha kali ini tidak main-main, menerapkan strategi diferensiasi produk serta aktif melakukan riset dan pengembangan. Dari sisi kemasan hingga pemanfaatan platform digital.

Berbagai camilan tradisional Betawi menjadi andalan brand ini, seperti Dodol Betawi, Bir Pletok, Akar Kelapa, Biji Ketapang, hingga Kue Gambang. Di antara semua produk, Dodol Betawi menjadi produk andalan paling banyak terjual. Resepnya adalah rahasia merupakan warisan turun-temurun dari leluhur. Dahulu biasa tersaji dalam acara keluarga dan hajatan.

Tak heran jika camilan ini mampu bertahan lintas generasi dan tetap relevan hingga kini. Bahkan untuk memperkuat identitas budaya, kemasan produk Mpok Mumun dirancang dengan elemen khas kota Jakarta. Seperti ilustrasi Monas, Lapangan GBK, dan ikon-ikon kota Jakarta lainnya memang menarik.

Walau awalnya belajar otodidak lewat YouTube, Mpok Mumun tidak menyerah untuk terus belajar cara berjualan digital bersama komunitas UMKM Jakarta. Hasilnya, penjualan meningkat pesat, jumlah karyawan bertambah. Saat memulai usaha hanya dua karyawan kini sudah menjadi delapan karyawan dan juga sukses membuka toko fisik di Jakarta.

Bahkan konsumen tidak hanya datang dari Jakarta, tetapi juga dari berbagai kota lain di Indonesia. Beberapa di antaranya kini menjadi pelanggan setia, dan ikut menjadi reseller produk Mpok Mumun.

Merayakan hari spesial Jakarta, Mpok Mumun juga mempersembahkan sesuatu yang lebih dari sekadar oleh-oleh. Sebagai bentuk cinta terhadap Ibu Kota, Mpok Mumun tengah menyiapkan peluncuran produk baru yakni Kue Gambang edisi khusus HUT Jakarta, dengan tagline penuh makna “Rasa Jakarta, Cerita Kita.”

Varian terbaru ini dihadirkan sebagai simbol kuliner Betawi masih hidup dan akan terus hidup bersama mereka peduli. Kue Gambang termasuk salah satu kue tradisional hampir punah. Lalu, Mpok Mumun mengangkat kembali dalam kemasan modern yang menarik, namun tetap menjaga keaslian rasa dan kekayaan cerita budaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *