Pameran Koran Langka di Rumah Pohan Mendapat Perhatian Besar Generasi Muda
SEMARANG[BahteraJateng] – Pameran Koran Langka: Pers dalam Lorong Waktu dan Penyelamatan Arsip bertempat di Rumah Pohan, Jalan Kepodang 64, Kota Lama, Semarang, berakhir pada Kamis, 22 Agustus 2024. Penutupan kegiatan dilakukan oleh Kepala Bidang Pengembangan, Pembinaan dan Pengawasan Kearsipan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang Laily Widiyaningtyas. Pameran berlangsung sejak tanggal 8 Agustus 2024.
Ketua Panitia Pelaksana Johanes Christiono melaporkan, pameran koran langka tersebut merupakan kerja sama antara Rumah Pohan dan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang. Kegiatan berlangsung selama lima belas hari dan mendapatkan perhatian cukup besar dari masyarakat. Selain dari kalangan peminat arsip dan perpustakaan, penulis dan seniman budayawan, juga kalangan pelajar dan mahasiswa. Hal ini tentu saja menggembirakan.

“Minat dari generasi muda ini yang membuat saya senang. Mereka dengan antusias melihat koleksi koran kuno yang sarat akan sejarah sebelum era kemerdekaan Indonesia maupun setelahnya. Mereka juga tertarik dengan koleksi alat komunikasi kuno,” katanya seraya menambahkan, selain pameran koran langka, juga menggelar berbagai kegiatan, antara lain diskusi tentang penyelamatan arsip bersejarah, peluncuran dan diskusi buku, lokakarya dan pelatihan konten kreator, pelatihan jurnalistik masa kini, diskusi perjalanan Harian Suara Merdeka melintas zaman, serta diskusi perjalanan peran Suara Merdeka dalam pelestarian cagar budaya.
Ketua Umum Satupena Jawa Tengah Gunoto Saparie dalam kesempatan tersebut menyerahkan buku antologi esai “Mereka yang Berjuang untuk Semarang” kepada Kepala Bidang Pengembangan, Pembinaan, dan Pengawasan Kearsipan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang Laily Wiiyaningtyas.

Buku tersebut sebelumnya diluncurkan dan didiskusikan di tengah suasana pameran koran langka tersebut pada 10 Agustus 2024. Buku ini diterbitkan KosaKata Jakarta dengan editor Nia Samsihono (Ketua Satupena DKI Jakarta), Sylvie Probowati (Direktur Rumah Pohan), dan Johanes Christiono (Ketua Seksi Literasi Kebudayaan Satupena Jawa Tengah).
Gunoto Saparie mengucapkan terima kasih telah diberi kesempatan mengisi dua hari untuk kegiatan Satupena Jawa Tengah dalam rangka pameran koran langka tersebut. Kegiatan itu adalah Peluncuran dan Diskusi Buku “Mereka yang Berjuang untuk Semarang”, Lokakarya Penciptaan Puisi dan Lagu Melalui Asistensi AI, serta Peluncuran dan Diskusi Buku Antologi Puisi “Nang Ning Nong Gung—Mantra untuk Sang Pendamba”.
Sementara itu, Laily Widyaningtyas menyampaikan apresiasi atas kegiatan pameran koran langka di Rumah Pohan tersebut. Ia menyatakan kagum terhadap koleksi dan arsip yang dimiliki Rumah Pohan. Ia bercerita sempat ke rumah Direktur Rumah Pohan Sylvie Probowati dan menemukan berbagai koleksi yang justru tidak dimiliki oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang.
“Kami mendukung kegiatan ini dan kerja sama semacam ini diharapkan dapat dilanjutkan di masa mendatang. Dalam hal penganggaran, tentu harus mulai disiapkan sekarang proposalnya, karena dana dari APBD tidak bisa langsung keluar begitu saja,” katanya.(sun)

