| |

Pemkot Semarang Siap Selesaikan Keterlambatan Gaji Guru PPPK

SEMARANG[BahteraJateng] – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengambil langkah cepat menanggapi keluhan soal keterlambatan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru yang belum cair.

Rencananya, gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) itu akan cair Sabtu (11/5) mendatang.


Dia mengatakan, anggaran untuk gaji PPPK guru di bawah Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang telah tersedia. Menurutnya, tak ada kendala anggaran untuk plot gaji guru PPPK.

“Sudah siap anggarannya, hanya masalah administrasi yang tidak komplet dari 413 PPPK, 30 orang di antaranya belum melengkapi data pengajuan gaji PPPK,” ujar Ita panggilan akrab wali kota di Balai Kota Semarang, Rabu (8/5).



Ita menambahkan, telah mencari akar permasalahan terjadinya ketersendatan gaji guru PPPK. Menurutnya, permasalahan terletak pada belum lengkapnya data PPPK guru pada sistem input penggajian.

Dari 413 guru PPPK, sebanyak 30 orang belum melengkapi berkas. Akibatnya, gaji para guru PPPK tak bisa dicairkan karena menunggu kelengkapan berkas.

Namun demikian, lanjutnya, sekarang ini berkas-berkas tersebut telah diselesaikan.

Pihaknya telah mengumpulkan Disdik Kota Semarang, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Semarang, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, dan Taspen.

Termasuk Bank Jateng sebagai pihak yang mendistribusikan gaji. Dari hasil koordinasi tersebut, gaji guru PPPK akan dicairkan pada Sabtu (11/5) mendatang, mengingat Kamis merupakan libur hari besar dan keesokan harinya cuti bersama.

“Data satu saja tidak lengkap, berakibat tidak bisa dicairkan. Akhirnya dari Taspen bisa menyanggupi malam ini prosesnya bisa selesai, tetapi karena Kamis-Jumat libur dan cuti bersama, jadi cairnya Sabtu karena Bank Jateng libur dan Sabtu baru masuk,” tuturnya.

Ita berharap ke depan tak muncul persoalan serupa. Menurutnya, informasi soal penggajian harus diberikan secara jelas dan detail. Pasalnya, satu orang belum melengkapi berkas maka berdampak pada keseluruhan.

Dia juga meminta para guru PPPK dapat langsung mengadu kepada dirinya bila muncul persoalan-persoalan lain di kemudian hari.

Ita menuturkan, pihaknya terbuka dengan guru yang dikenal sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa tersebut.

“Ini menjadi pembelajaran untuk Dinas Pendidikan kalau ada perekrutan PPPK harus dijelaskan sejelas-jelasnya, misalnya konsekuensi ada satu orang tidak mengisi formulir data dengan komplet akan berdampak kepada teman-temannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Semarang, Bambang Pramusinto mengatakan salah satu persoalan yang mengakibatkan keterlambatan gaji guru PPPK adalah kesalahan input data nama.

“Sebenarnya inputing harus sesuai template di Taspen, misalnya ada nama Sumarni tetapi ditulis Soemarni,” tutur Bambang.

Namun, setelah mengetahui penyebabnya, pihaknya telah berkoordinasi dengan Taspen untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Malam ini akan dibantu Taspen diperbaiki semua dan dilanjutkan pencairan di Sabtu oleh Bank Jateng,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *