Penanganan Kerusakan Infrastruktur Pascabanjir di Ngaliyan
Pemkot Semarang melakukan penanganan kerusakan jalan M. Ichsan pascabanjir di Ngaliyan.(Dok. Humas Pemkot)

Pemkot Semarang Sinergi Lintas Instansi Tangani Kerusakan Infrastruktur Pascabanjir di Ngaliyan dan Tugu

SEMARANG[BahteraJateng] – Pemerintah Kota Semarang memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menangani kerusakan infrastruktur akibat banjir yang melanda wilayah Ngaliyan dan Tugu.

Sinergi antara Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana menjadi kunci percepatan pemulihan, khususnya pada jalan utama yang rusak akibat luapan sungai.


Kepala Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati, mengatakan pihaknya saat ini fokus melakukan survei dan pendataan kerusakan jalan lingkungan serta fasilitas permukiman warga sebagai dasar penanganan lanjutan.

“Untuk jalan lingkungan dan fasilitas permukiman warga, hari ini tim Disperkim mulai melakukan survei dan identifikasi kerusakan sebagai dasar penanganan lanjutan,” ujarnya, Sabtu (16/5).

Sementara itu, kerusakan jalan utama yang terdampak arus sungai ditangani melalui koordinasi bersama BBWS Pemali Juana dan dukungan teknis DPU Kota Semarang.

Penanganan ini dinilai penting karena kerusakan berkaitan langsung dengan tanggul, badan sungai, serta aliran air yang berada di bawah kewenangan berbeda.

“Kerusakan tersebut terjadi akibat luapan arus sungai yang berdampak langsung pada badan jalan. Karena berkaitan dengan aliran sungai dan tanggul, penanganannya dilakukan melalui koordinasi bersama BBWS Pemali Juana dengan dukungan teknis dari DPU Kota Semarang,” jelas Murni.

Pembagian tugas dilakukan agar proses penanganan berjalan lebih efektif. Disperkim fokus pada kawasan permukiman warga, sementara DPU dan BBWS menangani infrastruktur utama serta pengendalian sungai.

Pemkot menegaskan seluruh pihak terus bergerak bersama di lapangan untuk memastikan penanganan banjir tidak berjalan parsial, sehingga pemulihan akses masyarakat dapat berlangsung lebih cepat dan menyeluruh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *