Perhutani Randublatung Sosialisasi Calon Pesanggem Petak 51c BKPH Ngliron
BLORA[BahteraJateng] – Kegiatan sosialisasi kepada calon pesanggem kembali digelar oleh jajaran Perhutani wilayah BKPH Ngliron KPH Randublatung di petak 51C pada Rabu (8/4).
Hadir dalam kegiatan tersebut, Asper/KBKPH Ngliron bersama jajarannya, Wakil Ketua LMDH Sido Dadi Mulyo, dan puluhan calon pesanggem yang akan mengelola lahan dengan sistem agroforestry di kawasan tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Asper/KBKPH Ngliron, Pariyono mewakili Administratur/KKPH Randublatung, Herry Merkussiyanto Putro menyampaikan arahannya terkait pentingnya kerukunan antar sesama pesanggem.
“Setiap ada permasalahan untuk diselesaikan dengan musyawarah agar tidak menimbulkan konflik yang dapat menghambat kegiatan di lapangan. Dan, keberhasilan pengelolaan lahan tidak hanya ditentukan oleh faktor teknis, tetapi juga oleh hubungan sosial yang harmonis,” ujar Pariyono.
Pariyono juga berharap agar dalam kegiatan pembersihan lahan tidak dengan cara membakar lahan, serasah sisa pembersihan lahan dikumpulkan sebagai bahan pembuatan kompos.
“Karena sebentar lagi memasuki musim kemarau, dimohon tidak melakukan pembakaran serasah karena dikhawatirkan akan menyebabkan kebakaran hutan dan lahan. Demikian juga dalam melakukan penyemprotan, agar penggarap tidak melakukan penyemprotan terhadap rumput/ alang-alang dapat berdampak buruk pada tanaman pokok kehutanan bahkan bisa menimbulkan kematian sebaiknya di lakukan dengan cara di babat,” harapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan aturan terkait pembuatan lorong tanam yang ditujukan untuk jalur tanaman pokok kehutanan, dan para pesanggem dilarang menanam tanaman palawija di jalur tersebut agar pertumbuhan tanaman pokok tidak terganggu dan tetap mendapatkan ruang serta nutrisi yang cukup untuk berkembang secara optimal.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua LMDH, Prayitno, turut menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para calon pesanggem yang hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut.
“Keberadaan LMDH memiliki peran strategis sebagai jembatan antara masyarakat dengan Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga sekitar,” ujar Prayitno.
Prayitno juga mengajak seluruh pesanggem untuk mematuhi aturan yang telah disampaikan oleh pihak Perhutani, khususnya terkait tata kelola lahan di Kawasan Hutan.
“Kepatuhan terhadap aturan akan memberikan dampak positif, baik bagi keberlangsungan tanaman kehutanan maupun hasil pertanian yang dikelola masyarakat. Saya juga mengingatkan agar para pesanggem tidak mengabaikan faktor keselamatan kerja, terutama saat melakukan kegiatan pembersihan lahan. Ia berharap seluruh kegiatan dilakukan dengan penuh kehati-hatian demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Prayitno.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan kerja sama antar pesanggem untuk saling mendukung. Dan jika terdapat kendala dilapangan, dirinya berharap agar pesanggem menjalin komunikasi dengan LMDH maupun Perhutani untuk mendapatkan solusi terbaik.
Dengan adanya pembinaan secara langsung dari pihak Perhutani ini, diharapkan seluruh kegiatan di petak 51C RPH Ngliron dapat berjalan lancar, produktif, tetap terjaga kelestarian hutan, serta mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran para calon pesanggem terhadap aturan serta praktik pengelolaan lahan yang baik.(day)

