PWNU Jateng
Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin, saat memimpin upacara Hari Santri 2025 di halaman Kantor PWNU Jateng, Jalan Dr. Cipto 180 Semarang, Rabu (22/10).(Foto Ist)

Peringatan Hari Santri Momentum Penegasan Peran Santri dalam Sejarah Bangsa

SEMARANG[BahteraJateng] – Peringatan Hari Santri yang dilaksanakan setiap 22 Oktober sejak tahun 2016 bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk meluruskan sejarah serta menegaskan peran pesantren dan santri dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin, menegaskan bahwa Hari Santri merupakan momen penting untuk mengingat kembali kontribusi besar pesantren dan santri, sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga saat ini.


“Sejak awal perjuangan bangsa, santri bukan hanya saksi, tetapi juga pelaku utama dalam menyalakan semangat kemerdekaan, menjaga keutuhan negara, serta menanamkan nilai kebangsaan yang bersumber dari ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin,” ujar Gus Rozin seusai memimpin upacara Hari Santri 2025 di halaman Kantor PWNU Jateng, Jalan Dr. Cipto 180 Semarang pada Rabu (22/10).

Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter bangsa yang berakhlak, religius, dan nasionalis. Melalui pendidikan berbasis nilai Islam, pesantren menyiapkan generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus matang secara spiritual dan sosial.


“Pesantren tidak hanya mencetak insan berilmu, tetapi juga generasi shaleh akram yang tangguh menghadapi tantangan zaman, mampu memecahkan persoalan kehidupan modern, dan tetap ikhlas serta bertakwa kepada Allah,” ujarnya.

Gus Rozin menegaskan, memperkuat pesantren berarti memperkuat masa depan Indonesia.

“Pesantren yang kuat akan melahirkan generasi berkarakter, berakhlak mulia, dan bermartabat tinggi. Santri adalah penjaga bangsa dan peradaban di tengah perubahan zaman yang kian cepat,” imbuhnya.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan istighotsah untuk mengenang jasa para ulama dan santri yang turut mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Ketua Panitia Hari Santri PWNU Jateng, Ahmad Zaki Fuad, menyebutkan istighotsah menjadi bentuk penghormatan sekaligus peneguhan komitmen santri dalam mengawal Indonesia menuju peradaban dunia.

“Upacara dan istighotsah di Kantor PWNU Jateng ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan besar Hari Santri 2025. Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak awal Oktober dengan total 30 kegiatan, mulai dari seminar, halaqah, pemeriksaan kesehatan, hingga penampilan prestasi santri. Puncak acara akan dipusatkan di Stadion Pandanaran Wujil, Kabupaten Semarang, pada 23–25 Oktober mendatang,” ujarnya.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *