|

Plt Ketua DPD PDIP Jateng FX Rudy dan Asfirla Tinjau Lokasi Longsor di Cilacap

CILACAP{BahteraJateng] – Plt Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, FX Rudy, bersama Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Asfirla Harisanto, meninjau lokasi bencana tanah longsor di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, pada hari Sabtu (22/11).

Menurut Asfirla, yang akrab dipanggil Bogi, kegiatan tersebut untuk memastikan penanganan darurat berjalan dengan cepat dan kebutuhan mendesak warga terdampak dapat segera terpenuhi.

Plt Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, FX Rudy bersama Asfirla Harisanto, yang juga merupakan politisi dari PDI Perjuangan wakil rakyat dari daerah pemilihan Banyumas–Cilacap terjun langsung ke lapangan untuk melihat dari dekat dampak longsor yang telah merusak sejumlah infrastruktur dan rumah warga.

Kedatangan mereka menjadi suntikan semangat bagi para relawan dan petugas yang sedang berjuang di lokasi bencana.
Dalam kunjungan tersebut, Asfirla dan FX Rudy meninjau kondisi lereng yang ambrol akibat longsor serta kerusakan yang dialami rumah-rumah warga.

“Cilacap (dan Banyumas-red) ini merupakan Dapil (Daerah Pemilihan) kami berdua, sehingga apapun yang terjadi kami (PDI Perjuangan) wajib hadir dan berada di tengah-tengah masyarakat, apalagi mereka sedang kena musibah,”ujar Bogi.

Baik FX Rudy maupun Bogi juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan warga setempat dan perangkat desa untuk mengidentifikasi kebutuhan paling mendesak.

Beberapa kebutuhan yang teridentifikasi antara lain logistik, hunian sementara yang layak, serta penanganan segera terhadap titik-titik rawan longsor susulan.

“Alhamdulillah semua kebutuhan warga yang terdampak longsor terpenuhi,dan terpenting keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini,” tegasnya.

Ia mendesak pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta seluruh pihak terkait untuk bergerak cepat dalam melakukan penanganan darurat.

Langkah-langkah yang diusulkan termasuk pemasangan penahan tebing untuk mencegah longsor lebih lanjut dan pemetaan risiko untuk mengidentifikasi area-area yang paling rentan.

Bogy menambahkan bahwa bencana ini harus menjadi momentum untuk memperkuat upaya mitigasi di wilayah-wilayah rawan tanah longsor, terutama di kawasan perbukitan di Cilacap bagian barat.

Ia juga berkomitmen untuk membawa aspirasi warga terdampak ke tingkat provinsi, dengan harapan dukungan anggaran dan program penanggulangan bencana dapat ditingkatkan secara signifikan.

“Aspek kemanusiaan tidak boleh ditunda. Warga harus mendapatkan perlindungan, bantuan yang memadai, dan kepastian penanganan yang berkelanjutan,” ujar Asfirla dalam kesempatan tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi yang baik antara berbagai pihak terkait agar penanganan bencana dapat berjalan efektif dan efisien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *