Seoul Palace Korean Restaurant memiliki menu spesial sekaligus favorit para tamu yaitu Korean BBQ. Dok
|

Restoran Korea Pertama di Kota Semarang Ini Miliki Citarasa Otentik

SEMARANG [BahteraJateng]- Tak banyak restoran di Kota Semarang bertahan hingga puluhan tahun. Deretan kawasan premium Jalan Pandanaran No 109 ada satu resto masih bertahan hingga kini, yakni Seoul Palace Korean Restaurant.

Menarik kaki perlahan menuju restoran dengan dominasi coklat dari kayu. Dekorasi khas Korea dengan lukisan di dinding seperti istana, penari perempuan Korea hingga tembikar untuk membuat bumbu fermentasi semakin mengentalkan nuansa Negeri Ginseng. Indra pendengaran juga disapa lembut lagu-lagu pengisi drama Korea. Bagi penggemar K-drama, sejumlah soundtrack tersebut tentu tidak asing. Tamu restoran diajak menyelami kehidupan sebuah potongan adegan drakor banyak mengeksplorasi kuliner Korea. Tamu juga bisa menyewa hanbook (pakaian tradisional Korea) secara gratis dan berfoto di depan latar istana.


Sejatinya, Seoul Palace Korean Restaurant disebut sebagai pionir masakan khas Korea. Pemilik Benita Eka Arijani bertekad membuka pada tahun 1988 saat K-Wave belum melanda di kota memiliki jumlah penduduk sebanyak 1,7 juta ini. K-Wave, fenomena penyebaran budaya populer Korea Selatan ke berbagai negara di dunia. Saat itu drakor dan musik dari Korea masih terdengar asing.

“Pada waktu itu hanya mengandalkan relasi dan saling memberi tahu kabar. Kami adalah resto Korea pertama di Semarang,” ungkap Benita, Jumat (28/3).

Misi Seoul Palace Korean Restaurant adalah mengenalkan kuliner Korea kepada orang-orang Semarang. Resto ini bukan hanya menarik orang Korea di Semarang untuk makan penghangat rindu kampung halaman.

“Oleh sebab itu, di resto ini no pork no lard,” tegas dia.

Bergulirnya waktu demam Korea sampai juga ke Kota Semarang. Kurun waktu 2014 restoran ini mulai dibanjiri penggemar K-Pop untuk merasakan kuliner Korea otentik. Kalangan anak muda mulai penasaran dan melirik hidangan setelah menggandrungi musik dan drama Korea. Perkembangan digital juga disambut baik untuk semakin mempopulerkan ragam kuliner Korea nan otentik.

“Seoul Palace mempromosikan lewat media sosial kalau resto ini bisa buat siapa saja sehingga menjangkau pasar semakin luas,” kata dia.

Beragam musim berganti tapi Seoul Palace Korean Restaurant tetap berdiri kokoh. Rasa, pembuatan saus dan bumbu hasil racikan otentik dari negeri asal. Resep ini menjadi pengikat kepada para tamu terus datang berkunjung. Terlebih saat badai Pandemi Covid-19, resto ini pun memutar strategi memenuhi kebutuhan konsumen dengan pembatasan sosial.

“Kami mengoptimalkan layanan antar dan menjaga kebersihan resto dengan protokol kesehatan lengkap,” terang dia.

Beragam menu biasa ditemui di drakor dapat dicicipi di sini. Setiap menu dihidangkan juga disediakan aneka Banchan (lauk pendamping). Diantaranya Samgyetang, sup ayam gingseng Korea berisi satu ekor ayam kampung utuh, nasi ketan dan ginseng dipercaya menguatkan imun dan menjaga daya tahan.

Saat menonton drakor, jika ada pemeran ulang tahun dalam cerita tersebut akan disuguhi Sup Rumput Laut atau Miyeokguk. Satu porsi sup berisi rumput laut, jamur, cumi-cumi dan tiram. Tentu saja menu favorit adalah Korean BBQ. Menu spesial Korean BBQ dari daging iga terbaik dengan bumbu otentik Korea. Untuk menikmati Korean BBQ disajikan pula daun selada, bawang putih dan saus gochujang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *