Saka Wanabakti Randublatung Praktik Persemaian
BLORA[BahteraJateng] – KPH Randublatung bersama Saka Wanabakti Randublatung mengadakan kegiatan praktik persemaian di persemaian Kapuan, RPH Menden, BKPH Beran pada Minggu (19/4).
Hadir pada kegiatan tersebut Asper/KBKPH Beran, KRPH Menden, Mandor Persemaian, Pamong Saka Kak Alex NH, serta adik–adik Saka Wanabakti.
Administratur/KKPH Randublatung, Herry Merkusiayanto Putro melalui Asper/KBKPH Beran, Muslim, menyampaikan bahwa Kegiatan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan serta keterampilan dasar dalam pembibitan tanaman kehutanan.
Muslim menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan.
“Kegiatan persemaian bukan sekadar praktik menanam benih, tetapi juga bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan alam,” ujar Muslim.
Lebih lanjut Muslim menyampaikan bahwa para anggota Saka Wanabakti harus memahami proses persemaian dengan baik dan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.
Pada kesempatan tersebut, KRPH Menden, Parsito menyampaikan materi mulai dari pemilihan benih unggul, teknik penyemaian, dan persiapan media tanam.
“Media tanam terdiri top soil, pasir, pupuk kandang, dengan Komposisi 1:2:3, sebelum media di campur top soil dan pupuk kandang di cacah sampai halus. Ini agar bibit dapat tumbuh optimal sebelum ditanam di lapangan,” ungkap Parsito.
Parsito juga menjelaskan bahwa top soil merupakan lapisan tanah bagian atas yang berasal dari tumpukan serasah organik sehingga top soil sudah mengandung kompos.
“Untuk pasir yang di gunakan sebagai bahan campuran adalah pasir sungai bengawan solo, sedangkan pupuk kandang yang di gunakan adalah kotoran hewan yang sudah matang atau berwarna hitam kecoklatan tidak basah dan saat di pegang sudah terasa lembut dan remah,” jelas Parsito.
Parsito juga menerangkan cara pengisian media tanam kedalam polybag berwarna bening agar mudah menyeleksi perakaran dan penataan kantong plastik di bedeng induksi.
“Saat memilih pucuk di kebun pangkas harus di perhatikan beberapa kriteria pucuk yang bisa di ambil/panen, di antaranya, pilih pucuk yang pertumbuhannya naik ke atas jangan ke samping, ambil/pangkas pucuk yang sudah berdaun 3 pasang, potong/pangkas pada bagian pangkal daun yang ke 3 kurang lebih 2 sampai 3 cm, pilih pucuk yang masih dalam kondisi berbulu, setelah dapat pucuk, Pemotongan pucuk pakai gunting, selanjutnya pemangkasan daun,” ungkapnya.
Mandor Persemaian, Nanang, menambahkan bahwa semua daun di pangkas dan di sisakan sepertiga dari lebar daur, dan bagian pangkal daun yang ke 3 di potong secara simetris yang fungsinya untuk pertumbuhan akar.
“Setelah di potong selanjutnya pucuk di celup selama 10 menit pada bagian pangkal pucuk dengan kedalaman 5 cm, selanjutnya ditanam pada bedeng induksi. Dan sebelum penanaman pucuk pada media kantong plastik dalam bedeng induksi, terlebih dahulu di siram sampai jenuh untuk memudahkan saat penanaman dan menghindari luka baru pada pangkal pucuk. Setelah tumbuh, dilakukan seleksi akar dan pindahkan pada bedeng area sebelum ke open area,” tambah Nanang.
Sementara itu, Ketua Dewan Saka Putra, Guntur menyampaikan terima kasih kepada segenap jajaran Pimpinan KPH Randublatung sudah diperkenankan untuk melaksanakan praktek persemaian di RPH Menden, BKPH Beran.
“Dengan praktek persemaian ini kami bisa mengetahui dan belajar bagaimana merawat, menjaga, dan memastikan setiap bibit mendapatkan kesempatan untuk hidup dan berkembang. Kami bisa menambah pengetahuan, pengalaman dan menambah rasa bangga sebagai anggota saka wanabakti. Tetap semangat, jaga kekompakan, dan jadikan kegiatan ini sebagai pengalaman berharga yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter sebagai generasi pelindung hutan dan lingkungan,” jelas Guntur.(day)

