Screenshot

Semarang 10 K Diikuti Ribuan Pelari

SEMARANG [BahteraJateng]- Gelaran Semarang 10 K berhasil menjaring ribuan peserta pelari dari berbagai daerah.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, Semarang 10K tidak hanya diikuti pelari saja melainkan warga turut bersemangat mendukung kesuksesan acara.


“Perhelatan Semarang 10K ini tidak hanya sebagai kompetisi lari semata, melainkan juga memberikan kontribusi positif terhadap pariwisata Kota Semarang setiap tahunnya,” ungkap Wali Kota saat gelar konferensi pers, Minggu (15/12) di Balaikota.

Mbak Ita, sapaan akrabnya, mengungkapkan, ajang ini mampu mempromosikan Kota Semarang sebagai destinasi ramah untuk sport tourism.


“Terbukti melalui peningkatan kunjungan wisata, aktivitas ekonomi lokal, hingga makin dikenalnya ikon-ikon Kota Semarang,” ujarnya.

Dia berkomitmen, meningkatkan kualitas event dengan rute lebih menarik, fasilitas lebih baik, hingga meningkatkan jumlah peserta internasional untuk ikut berlari di Semarang 10K akan datang.

Semarang 10K digelar sejak pukul 04.30 WIB dengan start dan finish di Balai Kota Semarang. Sekitar 2.500 pelari dari berbagai daerah turut serta dalam ajang tersebut untuk memenangkan total hadiah hingga Rp286 juta.

Dengan rute lomba melintasi kawasan heritage Kota Semarang seperti Lawang Sewu, Tugu Muda, Kota Lama, Gedung Marba, Gereja Blenduk, dan kantor pos.

Gelar juara kategori nasional pria diraih oleh Robi Syianturi dengan raihan waktu 00:31:25, diikuti oleh Rikki Marthin Luther S, dan Immanuel P. Hutasoit.

Sedangkan juara kategori nasional wanita diraih oleh Odekta Elvina Naibaho dengan durasi 00:34:45.

Tahun ini Odekta berhasil memecahkan Course Record Breaker Semarang 10K.

Sementara itu, gelar juara kategori pelajar pria dimenangkan oleh Abror Damar Maulana Taufik dengan durasi 00:38:09, diikuti oleh Muhammad Nur Hafidz, dan Parves Yahya.

Sementara, juara kategori pelajar wanita diraih oleh Mahardini Citra Aulia Pratiwi dengan durasi 00:47:35, diikuti oleh Chrysilla Putri Bintarti dan Nagita Yuniar Kurniasari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *