Tak Lengkap Lintasi Jalan Raya Ngampin-Ambawara Tanpa Cicipi Serabi
SEMARANG [BahteraJateng]- Perjalanan darat Jalan Raya Ngampin-Ambarawa tak hanya melintasi jalan berkelok melainkan kuliner enak untuk jeda sejenak.
Di sepanjang kanan dan kiri jalan terlihat kios menjual serabi khas Ngampin. Sekitar 70 penjual serabi bisa menjadi pilihan saat kendaraan menepi. Serabi Ngampin merupakan salah satu kuliner legend di Kabupaten Semarang. Begitu mendekat, aroma hangus kayu bakar mulai menyengat.
Sesekali ada aroma pandan dari adonan serabi menyeruak. Otak mulai membayangkan kehangatan tekstur empuk serabi berpadu gurih santan.
Satu porsi Serabi Ngampin berisi lima buah dengan rasa original, pandan dan coklat. Varian rasa berasal dari bahan-bahan alami. Rasa coklat berasal dari gula aren, sedangkan pandan dari daun pandan.
Penikmat serabi bisa memotong tipis dahulu lalu menyeruput kuah. Serabi berasal dari adonan tepung beras buatan sendiri. Kuah sebagai pelengkap terdiri dari bahan santan, gula merah dan santan. Satu porsi Serabi Ngampin seharga Rp7 Ribu.
“Semua harga di sini (jalan ini) harganya sama Rp7 Ribu,” kata salah satu Pemilik Serabi Ngampin, Ari, belum lama ini.
Dalam satu hari, dia bisa menjual 35 porsi serabi atau menghabiskan 1 kg tepung beras. Rata-rata penjual serabi diturunkan dari orang tua sehingga menjadi profesi turun temurun. Pengendara bisa menikmati Serabi Ngampin mulai pukul 08.00-19.00 WIB.
“Jika ingin ke arah Magelang atau Jogja dan sebaliknya mau ke arah Semarang bisa mampir untuk istirahat sebentar makan serabi,” kata dia.

