Terasa Istimewa, Cicit Buyut WR Soepratman Peringati HUT RI di Balai Kota Semarang
SEMARANG[BahteraJateng] – Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 di Kota Semarang tahun ini terasa istimewa dengan kehadiran cicit buyut keluarga WR Soepratman, Antea Putri Turk. Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, mengundang secara khusus Antea untuk hadir dalam upacara yang digelar di Balai Kota Semarang pada Sabtu, 17 Agustus. Antea yang mengenakan kebaya merah dan rambut bersanggul cantik, menyanyikan lagu “Indonesia Raya” tiga stanza serta “Indonesia Tjantik,” sebuah lagu yang diciptakan pada tahun 1924.
Wali Kota Semarang yang akrab disapa Mbak Ita ini mengaku terkesan dengan penampilan Antea Putri Turk. Ia menyatakan kehadiran cicit buyut kel. WR Soepratman tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menghidupkan semangat kebangsaan. Mbak Ita juga mengajak masyarakat untuk memaknai kemerdekaan dengan berkontribusi dalam pembangunan, baik untuk Indonesia maupun Kota Semarang. Ia menekankan bahwa perjuangan saat ini berbeda dengan masa lalu. “Jika dulu perjuangan berbentuk fisik, sekarang berjuang melalui program-program dinamis seperti pengendalian inflasi, ketahanan pangan, dan penurunan stunting,” jelasnya.
Mbak Ita menyoroti beberapa pencapaian Kota Semarang, seperti Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) yang berada di atas rata-rata Jawa Tengah, penurunan angka stunting, serta keberhasilan menurunkan kemiskinan ekstrem menjadi nol pada tahun 2023. Ia juga memaparkan sejumlah inovasi, termasuk program makan siang bergizi dan inisiatif urban farming melalui program “STROBERI” yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi dan mencegah obesitas di kalangan warga kota.
Di bidang infrastruktur, Pemkot Semarang akan segera menandatangani MoU dengan PT KAI untuk mengadopsi teknologi Autonomous Rail Rapid Transit (ART) sebagai solusi transportasi massal, mengikuti arahan Presiden Joko Widodo. Selain itu, terkait pengelolaan sampah, Kota Semarang tengah mengupayakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang saat ini sudah berada di Kementerian Keuangan dan diharapkan segera terealisasi.
Namun, Mbak Ita mengakui masih ada tantangan yang harus diselesaikan, terutama masalah banjir dan rob yang terus menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah kota. “Kami akan terus berupaya menyelesaikannya secara bertahap,” tutupnya, sambil menegaskan bahwa Semarang tetap unggul dalam laju pertumbuhan ekonomi.

