Puskesmas Depok III
Rivew kinerja Puskesmas Depok III, Sleman, DIY, digelar pada Rabu (3/6/2026). (Foto. BahteraJateng/HH)

Tingkat Kepuasan Pasien Tembus 86 Persen, Puskesmas Depok III Tetap Hadapi Lonjakan Kunjungan

YOGYAKARTA[BahteraJateng] – Di tengah tingginya jumlah kunjungan pasien setiap hari, Puskesmas Depok III Sleman mencatat tingkat kepuasan masyarakat yang cukup tinggi. Berdasarkan survei internal, kepuasan pelanggan terhadap layanan kesehatan yang diberikan telah mencapai lebih dari 86 persen.

Capaian tersebut terungkap dalam kegiatan review pelayanan yang melibatkan tenaga kesehatan, akademisi, dan pemangku wilayah pada Rabu (3/6/2026).

Kepala Puskesmas Depok III, Erna Sofiana, mengatakan hasil survei menunjukkan adanya peningkatan tingkat kepuasan dibandingkan periode sebelumnya. Temuan tersebut sekaligus menjadi evaluasi bagi pihak puskesmas untuk terus meningkatkan kualitas layanan.

“Nilai kepuasan pelanggan saat ini di atas 86 persen dan mengalami peningkatan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki pelayanan,” ujarnya.

Meski demikian, Erna mengakui tingginya kepuasan masyarakat tidak lepas dari berbagai tantangan yang dihadapi puskesmas, terutama tingginya angka kunjungan pasien setiap hari.

Menurutnya, rata-rata kunjungan mencapai lebih dari 300 pasien per hari. Bahkan pada waktu tertentu, seperti musim pengurusan surat keterangan sehat atau pemeriksaan kesehatan untuk keperluan akademik, jumlah pasien bisa meningkat hingga sekitar 500 orang dalam sehari.

“Sekarang rata-rata lebih dari 300 pasien per hari. Pada periode tertentu bisa mencapai sekitar 500 pasien,” katanya.

Lonjakan tersebut menjadi perhatian serius karena kapasitas bangunan yang dimiliki Puskesmas Depok III sudah tidak memungkinkan untuk diperluas.

“Bangunan kita sudah maksimal. Rasanya sudah tidak bisa dilakukan pelebaran lagi,” ungkap Erna.

Untuk mengurangi kepadatan antrean, pihak puskesmas mendorong masyarakat memanfaatkan aplikasi Mobile JKN. Melalui layanan tersebut, pasien dapat memantau nomor antrean dan memperkirakan waktu pelayanan tanpa harus menunggu terlalu lama di lokasi.

“Salah satu upaya yang kami lakukan adalah memanfaatkan Mobile JKN. Masyarakat bisa mengetahui perkiraan waktu datang dan dokter yang akan melayani,” jelasnya.

Selain persoalan ruang pelayanan, kebutuhan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi perhatian dalam menjaga kualitas layanan di tengah tingginya kunjungan masyarakat.

Sementara itu, kampus di Kapanewon Depok juga menjadi elemen yang tidak bisa dipisahkan dengan jumlah yang masif. Dosen sekaligus Public Relation Akademi Pariwisata Yogyakarta (AKPARYO), Andri Ardiyanto, menilai pelayanan yang diberikan Puskesmas Depok III sudah berjalan baik. Ia berharap kualitas pelayanan tersebut dapat diimbangi dengan peningkatan program edukasi kesehatan bagi kalangan mahasiswa dan generasi muda.

“Pelayanannya sudah bagus. Ke depan kami berharap ada lebih banyak sosialisasi kesehatan kepada mahasiswa agar mereka semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan,” ujarnya.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *