Tingkatkan Literasi dan Kesehatan Mata, Baznas Gunungkidul Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Girisubo
YOGYAKARTA[BahteraJateng] – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gunungkidul bersama Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Cabang Yogyakarta, FKKM Universitas Gadjah Mada (UGM), serta RSUP Dr. Sardjito mengadakan bakti sosial pemeriksaan mata gratis di Kapanewon Girisubo pada Minggu (17/5).
Kegiatan ini digelar sebagai upaya membantu masyarakat di wilayah pelosok Gunungkidul dalam mendapatkan layanan kesehatan mata.

Antusiasme warga terlihat tinggi. Dari target awal sebanyak 200 peserta, jumlah pendaftar justru mencapai 240 orang. Peserta tidak hanya berasal dari Girisubo, tetapi juga dari wilayah sekitar seperti Kapanewon Rongkop.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Gunungkidul bersama jajaran Kepala Dinas Kesehatan serta Kepala Dinas Sosial PPPA. Dalam kesempatan itu, Bupati memberikan apresiasi terhadap kolaborasi berbagai pihak yang turut mendukung peningkatan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menuturkan bahwa kesehatan mata merupakan hal penting yang sering diabaikan. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan gangguan penglihatan seperti mata kabur maupun kelilipan.
“Penglihatan adalah pintu bagi anak-anak untuk belajar dengan baik dan bagi orang tua untuk tetap produktif bekerja,” ujarnya.
Ketua Perdami Yogyakarta, dr. Firman Setya Wardhana, menjelaskan bahwa gangguan penglihatan, khususnya katarak, menjadi penyebab sekitar 80 persen kasus kebutaan. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga memengaruhi kondisi ekonomi masyarakat karena penderita kesulitan bekerja dan bergantung pada orang lain.
Ia menyebutkan, kegiatan kali ini menghadirkan tiga layanan utama, yakni skrining katarak, skrining pterigium atau selaput mata, serta pemeriksaan dan pembagian kacamata gratis yang didukung dana zakat dari Baznas.
Perdami juga menyoroti keterbatasan tenaga dokter spesialis mata di Gunungkidul. Dari total 123 anggota Perdami di wilayah Yogyakarta, kurang dari 10 dokter mata yang bertugas di Kabupaten Gunungkidul.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap layanan kesehatan mata bisa lebih dekat dengan masyarakat, termasuk rencana pembentukan kader dan edukasi guru sekolah untuk deteksi dini gangguan mata,” kata dr. Firman.
Selain pemeriksaan, tim medis memberikan edukasi terkait Myopia Week, khususnya mengenai dampak penggunaan gawai pada anak. Warga diimbau menerapkan metode 20-20-20, yakni setiap 20 menit menatap layar, mata diistirahatkan selama 20 detik dengan melihat objek sejauh 20 kaki. Anak-anak juga dianjurkan bermain di luar ruangan minimal dua jam setiap hari.
Wakil Ketua I Baznas Gunungkidul, Muhammad Sholihin, mengatakan program tersebut memiliki tujuan jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Gunungkidul.
“Harapan kami, ketika kesehatan mata masyarakat semakin baik, minat baca masyarakat juga meningkat sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan dan kecerdasan warga,” jelasnya.
Salah satu peserta, Wariyem, mengaku senang bisa mengikuti pemeriksaan mata gratis tersebut. Selain mendapatkan layanan kesehatan, ia juga memperoleh kacamata gratis.
“Senang mas, bisa periksa mata gratis dan dapat kacamata. Saya jadi ingin bisa membaca Al-Qur’an dengan lebih jelas,” tuturnya.
Program ini didanai dari zakat para pegawai negeri sipil, perangkat kelurahan, hingga pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul yang dikelola Baznas untuk kegiatan kemanusiaan dan pelayanan sosial.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan penglihatan yang lebih sehat dan jelas.(day)

