UNWAHAS Gelar Pelatihan P3K untuk Komunitas Paralayang
SEMARANG[BahteraJateng] – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang menyelenggarakan pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) khusus bagi komunitas paralayang, Jumat-Sabtu (13–14 Juni 2025) di Kampus II UNWAHAS.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan tanggap darurat para pegiat olahraga ekstrem, khususnya paralayang.

Dekan FKIP UNWAHAS, Dr. Muhlisin, menyatakan kegiatan ini merupakan implementasi dari tridarma perguruan tinggi, termasuk pengabdian masyarakat dan pemanfaatan fasilitas bersama dengan komunitas Paralayang Jawa Tengah.
“Ini juga menjadi ajang penjaringan atlet berprestasi untuk mendapatkan beasiswa di UNWAHAS,” ujarnya.
Ketua Pengurus Paralayang Jawa Tengah, Nur Cholis, menyambut baik kerja sama ini dan berharap dapat terus dikembangkan untuk memajukan olahraga paralayang di Indonesia.
“Kami siap mengarahkan dan mengupayakan pengembangan olahraga ini secara maksimal,” jelasnya.
Pelatihan mencakup penanganan berbagai skenario kecelakaan dalam paralayang, seperti luka terbuka, fraktur, evakuasi korban, hingga resusitasi jantung paru (RJP). Peserta juga dilatih menggunakan peralatan P3K secara tepat.
Dr. Dian Listiarini, dosen FKIP UNWAHAS sekaligus pelatih Paralayang Jawa Tengah, menjelaskan kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian akademisi dalam mendukung keselamatan olahraga dirgantara.
“Ini juga untuk mendorong minat mahasiswa terhadap olahraga paralayang,” katanya.
Ia menambahkan, pelatihan ini menjadi wadah pengembangan prestasi, riset, dan kewirausahaan di bidang olahraga petualangan, sekaligus mendukung program kampus seperti magang dan penelitian.(sun)

