Sanggar Reksa Budaya Jawa
Perhelatan Wisuda Purna Wiyata Panatacara Tuwin Pamedhar Sabda Bregada V Sanggar Seni Reksa Budaya Jawa, Ahad Wage (23/11).(BahteraJateng)

Wisuda Purna Wiyata Bregada V Sanggar Reksa Budaya Jawa: Merawat Tradisi, Mengukuhkan Generasi Panatacara

DEMAK[BahteraJateng] – Pagi yang cerah di Desa Karangawen, Kabupaten Demak, menjadi saksi perhelatan Wisuda Purna Wiyata Panatacara Tuwin Pamedhar Sabda Bregada V Sanggar Seni Reksa Budaya Jawa, Ahad Wage (23/11).

Acara yang digelar di kompleks Sanggar Reksa Budaya Jawa ini dipimpin langsung oleh pengampu sanggar, Bopo Sudarmo Kusumo Diharjo.

Sejak pagi, ratusan tamu mulai memadati area sanggar. Hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Karangawen Purhadi, Sekretaris Kecamatan Karangawen Ani Fahriyati, para pengampu sanggar seni dari wilayah Demak, serta masyarakat sekitar yang turut memberi dukungan pada pelestarian budaya Jawa di daerah itu.

Upacara wisuda dibuka dengan doa bersama dan dilanjutkan pengumandangan lagu “Indonesia Raya”. Suasana semakin meriah ketika para siswi sanggar menampilkan sejumlah tarian tradisional, seperti Gambyong, Tari Payung, Tari Merak, dan Tari Lilin.

Sudarmo Kusumadiharja bersama istri. (Foto: Ponco Harsabdo)
Sudarmo Kusumadiharja bersama istri. (Foto: Ponco Harsabdo)

Gerak lemah gemulai para penari yang masih belia itu mendapat tepuk tangan hangat dari para undangan. Kehangatan acara makin terasa dengan suguhan kudapan dan hidangan tradisional Jawa yang menambah nuansa kultural.

Pada puncak acara, Bopo Sudarmo Kusumo Diharjo secara resmi mewisuda 19 siswa yang telah menyelesaikan pendidikan panatacara angkatan ke-V.

Mereka dinyatakan lulus sebagai generasi baru panatacara sosok pembawa acara adat Jawa yang dituntut tidak hanya fasih berbahasa Jawa, tetapi juga memahami filosofi serta etika budaya.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Karangawen Purhadi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada sanggar dan para pengampunya.

“Kami berterima kasih kepada Bopo Sudarmo Kusumo Diharjo yang telah konsisten menguri-uri budaya Jawa. Semoga ilmu yang diberikan bermanfaat luas dan membawa dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, usai acara, Bopo Sudarmo menyampaikan bahwa dirinya berkomitmen untuk terus menjaga keberlangsungan tradisi Jawa melalui pendidikan seni dan bahasa.

“Kami akan terus membuka kelas-kelas berikutnya. Pelestarian budaya tidak boleh berhenti, dan generasi muda harus diberi ruang untuk belajar sekaligus mencintai warisan leluhurnya,” tuturnya kepada BahteraJateng.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama para wisudawan, tamu undangan, dan para pengampu sanggar menandai tekad bersama untuk menjaga napas budaya Jawa tetap hidup di tengah arus modernitas.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *